Teknologi Ini yang Bikin Produk Indomie Real Meat Lebih Awet, Aman, dan Berkualitas

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk kembali melakukan terobosan dengan meluncurkan dua varian baru dari jajaran produk Indomie Real Meat, yakni Empal Goreng dan Telur Balado.

General Manager divisi Indomie PT Indofood CBP Sukses Makmur, Lucy Suganda, mengatakan Indomie Real Meat Telur Balado menggunakan bahan baku telur puyuh dan kentang. Sedangkan Real Meat Empal Goreng menggunakan bahan daging sapi.

Menurutnya kualitas bahan makanan yang disajikan dalam varian premium ini tetap terjaga dan awet karena menggunakan teknologi retort, yakni teknologi pengemasan secara kedap dan pemanasan dengan suhu tinggi.

Teknologi ini memungkinan bahan makanan menjadi aman, kualitasnya tetap terjaga, awet dan tidak rusak, selama kemasan dalam kondisi baik.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Indofood dalam menyajikan kuliner khas Nusantara yang bukan hanya lezat tapi juga berkualitas prima,” kata Lucy dalam acara peluncuran varian baru Indomie Real Meat di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Dalam acara tersebut, turut hadir pakar teknologi pangan dari IPB, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, yang memaparkan kelebihan teknologi retort dalam industri produk makan konsumen mudah saji.

Teknologi retort adalah teknologi yang digunakan dalam pengolahan pangan dengan prinsip pengemasan secara kedap dan dilanjutkan dengan pemanasan pada suhu tinggi.

Prinsip utama dalam proses pengawetan pangan dengan teknologi retort adalah untuk membunuh mikrooraganisme, baik mikroorganisme pembusuk maupun mikroorganisme penyebab penyakit.

“sehingga diperoleh produk pangan yang aman dan sekaligus awet, bisa disimpan pada suhu kamar (tanpa lemari es) walaupun tanpa bahan pengawet,” paparnya.

Dengan melakukan optimasi suhu dan waktu pemanasan yang tepat, teknologi retort dapat menghasilkan produk pangan yang awet dan aman, sekaligus mempertahankan mutu citarasa dan nilai gizi dengan baik.

“Produk steril hasil proses retort ini akan tetap awet dan aman dikonsumsi selama tidak terjadi kerusakan pada kemasannya,” tambahnya.

Sumber : tribunnews