4 Fly Over Brebes Dikebut Kejar Tenggat Arus Mudik

Brebes – Pembangunan empat fly over atau jembatan layang di wilayah Brebes dan Tegal, Jawa Tengah pengerjaannya terus dikebut. Pengerjaan ini berkejaran dengan waktu karena harus sudah bisa digunakan saat arus mudik 2017 ini.

Jembatan layang itu diharapkan mampu memberikan solusi terhadap kemacetan pada arus mudik lebaran yang melalui jalur selatan.

Empat fly over itu, yakni Jembatan Layang Dermoleng dan Kretek di Brebes, serta Jembatan Layang Klonengan dan Kesambi di Tegal, Jawa Tengah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, empat jembatan tersebut bisa difungsikan pada Lebaran 2017 ini.

Jembatan layang tersebut dibangun dengan teknologi yang sama dengan pembuatan Jembatan Layang Antapani, Bandung, Jawa Barat. Nama teknologi tersebut Corrugated Mortarbusa Pusjatan (CMP).

Pemanfaatan teknologi tersebut mampu mempersingkat masa konstruksi jembatan layang, yakni menjadi hanya sekitar enam bulan. Selain itu, biaya pembangunan juga jadi lebih hemat hingga 70 persen bila dibandingkan dengan teknologi yang konvensional.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Empat Flyover Brebes dan Tegal Direktorat Jenderal Bina Marga Kemenpuera, Wahyu Winurseta mengatakan teknologi ini bakal terus digunakan, khususnya untuk perlintasan sebidang kereta api.

“Sesuai instruksi Kementerian PUPR akan dibangun bertahap. Intinya semua perlintasan sebidang antara jalan kereta api dengan jalan nasional yang ada di kota akan diselesaikan dengan teknologi ini,” ucap Wahyu, Kamis (30/3/2017).

Ia menambahkan, proses pembangunan jalan layang yang tercepat adalah di perlintasan Klonengan. Meskipun secara teknis pembangunan paling rumit, perkembangannya termasuk paling cepat karena tidak terkendala pembebasan lahan.

“Untuk Klonengan itu pertigaan, jadi dari arah Pejagan-Purwokerto tetap memakai jalur lama. Dari arah Slawi ke Purwokerto lewat jalan layang, begitu juga dari arah Purwokerto menuju Pejagan,” ucap dia.

Dia menjelaskan, progres pembangunan jalan layang di Dermoleng, Klonengan, Kesambi, dan Kretek sudah sudah mencapai 15-40 persen.

Di perlintasan Klonengan, saat ini sudah mencapai 40 persen. Sedangkan di titik Dermoleng, Brebes sudah mencapai 28 persen. Di dua titik itu, penggarapan bore pile atau pondasi dalam yang berbentuk tabung juga sudah selesai.

“Di sana saat ini sedang dalam tahap pembangunan pilar,” kata dia.

Adapun di dua titik lainnya, yakni di Kesambi dan Kretek cenderung lebih lambat. Di Kesambi, pembangunan fly over baru mencapai 15 persen. Sedangkan di Kretek baru mencapai 15,9 persen.

Penyebabnya karena masih ada warga yang belum sepakat soal harga ganti rugi pelepasan lahan. Di Kretek misalnya, ada tujuh orang dari 78 orang yang belum mencapai kata sepakat.

“Di Kretek masih dalam proses, kalau di Kesambi sudah sepakat harga tapi belum dibayar. Rencananya pekan depan baru dibayar,” ujar Wahyu.

sumber : liputan6