Vaping Saat Puasa Tidak Lebih Baik daripada Merokok, Ini Alasannya

LiputanDoku.com – Vaping Saat Puasa Tidak Lebih Baik daripada Merokok, Ini Alasannya

Vape atau rokok elektrik kini gencar dipromosikan sebagai salah satu alternatif yang lebih aman daripada merokok. Namun, apakah faktanya benar demikian?

Laman Hello Sehat menulis bahwa salah satu manfaat utama dari puasa Ramadan selama satu bulan adalah detoksifikasi tubuh. Nah, manfaat detoksifikasi tubuh dari berbagai macam racun dan radikal bebas bisa hilang meskipun Anda sudah tidak merokok, namun masih menggunakan vape.

Berbeda dengan merokok, di mana kandungan nikotin didapat dari asap hasil pembakaran tembaku, vape sama sekali tidak mengeluarkan asap. Vape menghasilkan uap, yang berasal dari cairan mengandung nikotin, propilen glikol, zat perasa, dan air.

Uap vape memang tidak mengandung tar dan berbagai macam zat adiktif kimi beracun lainnya. Meski begitu, uap vape menghasilkan radikal bebas, yang jika menumpuk di dalam tubuh akan merusak sel-sel sehat.

Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)
Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)

Penelitian menemukan cairan vape yang dipanaskan itu menghasilkan zat yang bersifat karsinogen atau bisa memicu kanker. Uap yang terhirup juga bisa menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk.

Risiko vape muncul bukan hanya dari uapnya. Zat perasa untuk menghasilkan aroma buah-buahan yang beraneka ragam pun nyatanya mengandung bahan kimia yang tidak menyehatkan.

Bahaya lain dari rokok elektrik adalah kemungkinannya untuk meledak. Dalam sejumlah laporan kasus, beberapa penggunanya mengalami cedera parah karena vape meledak di tangan, bahkan di mulut ketika dihisap.

Bukan Metode Efektif untuk Berhenti Merokok

Pada dasarnya rokok elektrik ataupun rokok tembakau, keduanya menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan Anda, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi anggapan rokok elektrik lebih aman dibanding rokok biasa tidaklah tepat.

Pasalnya, sampai saat ini rokok elektrik belum terbukti aman secara ilmiah. Jika ingin sehat, bukan mengganti rokok konvensional dengan rokok elektrik, tapi dengan berhenti merokok.

Cold turkey bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)
Vape bukan metode terbaik berhenti merokok. (Shutterstock)

Anda bisa memanfaatkan momen Ramadan untuk berhenti merokok. Pelan tapi pasti, kecanduan rokok akan dapat diredam saat kita berpuasa. Waktu merokok yang lebih sempit saat bulan puasa mungkin bisa membantu Anda mengurangi kebiasaan merokok.

Satu yang paling penting, cara yang paling ampuh untuk mensukseskan keinginan berhenti merokok adalah ada pada niatnya. Memulai langkah menahan lapar serta minum akan membuat kita mulai terbiasa menjalani proses menahan segala sesuatu yang jadi kebiasaan, termasuk merokok.

Selain berniat untuk menjalani ibadah puasa, Anda juga harus niat untuk menahan keinginan merokok selama waktu puasa. Mungkin pada hari-hari awal bulan Ramadhan akan terasa sulit mengontrolnya karena telah terbiasa merokok, tapi seiring waktu dengan niat dan mental yang kuat pasti akan lebih mudah.

NB : Berita ini dibuat oleh LiputanDoku.com hanya untuk membantu dan memudahkan pembaca untuk melakukan Bettingan Bola. DetikDoku.com dengan tidak bertanggung jawab atas kekalahan yang terjadi baik material maupun non material dan semua itu sepenuhnya adalah tanggung jawab masing – masing pemain.