Truk Pengangkut Telur 3.750 Kilogram Tabrakan, Warga Berbuat Tidak Terpuji Ini

Keluarga besar Pondok Pesantren Al Mujtamak, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Madura, berduka.

Dewan Pengasuh Ponpes Al Mujtamak, RKH Ahmad Zaki Ghafur, meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan lalu lintas di Jl Raya Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan,  Rabu (7/12/2016), sekitar pukul 04.45 WIB.

Mobil Toyota Innova M 800 EI, warna abu-abu metalik yang ditumpanginya Lora Zaki, panggilan almarhum, bersama istri dan keluarganya bertabrakan dengan truk Colt Diesel  AG 8876 KU.

Truk yang dikemudikan Budiono (51), warga Desa Tangkil, Kecamatan Wlingi, Blitar mengangkut 3.750 kg telur.

Saat itu mobil dikeneki  Moh Mukid (34), warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Ponggok, Blitar.

Putra sulung KH Abdul Ghafur, pengasuh Ponpes Al Mujtamak ini, meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka serius di bagian dagu dan luka memar di kepala belakang.

Zumirah (24) istri Lora Zaki selamat dan mengalami luka berat dengan kondisi tulang paha kiri patah dan luka robek alis kanan.

Begitu juga kerabatnya, Latifah (35) yang mengalami luka dahi kanan.

Keduanya kini dirawat inap di RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan.

Sementara mobil Toyota yang ditumpanginya rusak berat di bagian kiri depan, hingga bannya lepas.

Abdur Rahem (31), pengemudi Toyota Innova, warga Desa Potoan Daja, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, hanya luka lecet.

Truk pengangkut telur ringsek di bagian kiri depan dan bannya terlepas.

Dalam kejadian terdapat dua versi.

Menurut Budiono, yang mengangkut truknya berjalan dengan kecepatan sedang dari arah selatan arah Sampang  untuk mengantar muatannya menuju Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Pamekasan.

Di lokasi kejadian Budiono melihat mobil Innova dengan kecepatan tinggi dari arah utara, arah Kota Pamekasan bejalan melenceng ke arah kanan jalan hingga melewati batas marka jalan.

Khawatir terjadi tabrakan, Budiono memperlambat laju truknya sambil mengerim dan berusaha untuk menepi.

Namun mobil korban itu terus nyelonong ke kanan jalan hingga terjadi benturan keras antara moncong bagian depan kiri Innova dengan moncong kiri truk.

Kerasnya benturan itu membuat truk oleng ke kanan jalan. Seluruh muatannya tumpah dan berserakan di jalan.

“Niat saya akan membanting setir ke kiri jalan. Namun tidak mungkin, karena di bahu kiri jalan terdapat pohon asam dan toko warga, sehingga saya hanya menepikan truk ke pinggir jalan saja. Toh, akhirnya tabrakan tidak terhindarkan,” kata Budiono.

Pengakuan Abdur Rahem, pengemudi mobil Innova yang hendak pergi ke Surabaya.

Sebelum kejadian, ia melihat truk itu berjalan dari arah selatan agak ke tengah marka jalan, sepertinya pengemudi truk mengantuk.

Ia terpaksa mengambil jalan posisi mobil agak ke kanan jalan, tujuannya untuk menghindari tabrakan.

Begitu mobil Innova yang dikemudiakn itu berada di posisi kanan jalan, tiba-tiba truk banting stir ke kiri jalan (sisi timur jalan) sehingga untuk mengembalikan mobilnya ke posisi semula tidak memungkinkan.

“Seandainya truk itu tidak kembali ke kiri jalan (barat jalan.Red), mungkin peristiwa ini tidak terjadi,” kata Abdur Rahem, di hadapan petugas lantas.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berbondong-bondong ke lokasi.

Sebagian dari mereka membantu mengeluarkan tubuh korban Lora Zaki yang terjepit.

Meski begitu ada saja warga yang mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mengambil telur dan dibawa pulang.

Bahkan diangkut dengan becak dan dibawa entah ke mana.

Melihat ulah warga yang mencuri telurnya, Budiono hanya terdiam dan membiarkan saja.

Di lain pihak, aparat Polsek Tlanakan dan anggota Satlantas Polres Pamekasan, mengamankan lokasi.

Sebab pecahan telur yang tumpah di jalan itu licin mirip oli.

Sehingga beberapa pengendara sepeda motor yang kurang hati-hati, sepeda motornya terpelanting dan pengemudinya belepotan telur.

Salah seorang saksi mata, H Zainollah (50), warga sekitar mengatakan, ketika terjadi benturan keras, ia hanya melihat truk sudah terguling dan mobilo Toyota Innova ringsek dengan kondisi penumpang yang duduk di jok kiri samping sopir tubuhnya terjepit.

Kanit Laka Lantas Polres Pamekasan, Ipda Tanzil Effendi, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakuan penyelidikan sebab-sebab kecelakaan ini karena dari olah TKP, terjadinya kecelakaan ini terdapat dua versi.

“Untuk memastikan bagaimana kronologi sebenarnya dan penyebabnya, saat ini kami belum bisa menjelaskan,” ujar Ipda Tanzil Effendi.

Sumber : tribunnews