Tower Roboh, PLN Datangkan Tower Emergency ke Gorontalo

Pekerja memeriksa kondisi aliran listrik di gardu induk Pamona 275 KV di Area PLTA Poso Unit 2, Sulawesi Tengah, Senin (15/8). PT PLN (Persero) bisa melakukan penghematan sebesar Rp 373 miliar per tahun dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso berkapasitas 24 megawatt (MW) dimana penghematan tersebut berasal dari berkurangnya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini digunakan untuk mengaliri listrik di daerah tersebut. ANTARA/Muhammad Adimaja

Liputansaku.com, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendatangkan tower emergency dari Makassar dengan menggunakan pesawat Hercules A-1316 demi mempercepat pemulihan sistem transmisi Sulut – Gorontalo.

 

Pasalnya, tower 6 transmisi 150kV jalur Marisa-Isimu sempat roboh pada Kamis lalu. Akibatnya, pasokan daya di sana mengalami defisit sebesar 58 megawatt.

Tower emergency berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 9.40 WITA dan tiba di bandara Djalalludin Gorontalo pada pukul 11.47 WITA. Pengiriman tersebut disaksikan langsung oleh Deputi Manajer Penyaluran PLN Suluttenggo Ronny Rumajar dan Manajer Area Panyaluran dan Pengatur Beban Sistem Sulawesi Selatan (AP2B) Sistem Minahasa Sugeng Hidayat.

Menurut Ronny, proses pengangkutan sempat terhenti sesaat karena hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo. Sekitar 40 orang dikerahkan dalam proses pengangkutan material tower emergency dan memakan waktu hingga 1,5 jam.

 

“Selanjutnya material dibawa menggunakan 3 unit low bed kontainer menuju lokasi robohnya tower 6,” kata Ronny dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 4 Desember 2016.

Selain itu, Ronny menyebutkan PLN juga telah mengevakuasi daya sebesar 100 megawatt dengan melakukan penjumperan sementara satu line, sehingga pembangkit listri tenaga gas (PLTG) Gorontalo telah kembali ke dalam sistem Sulut-Gorontalo.

 

Menurut Ronny, tower emergency tersebut dibutuhkan karena nantinya tower permanen akan direlokasi, yang tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama. “Pemprov Gorontalo sudah berjanji akan membebaskan lahan yang nantinya menjadi tapak tower transmisi yang direlokasi,” ujar Ronny.

Saat ini daya mampu pembangkit sistem Sulut-Gorontalo sudah mencapai sebesar 401,87 megawatt. Sementara, beban puncak mencapai 333,3 megawatt. Ronny menuturkan pasokan daya PLN diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Sulawesi Utara dan Gorontalo.

 

 

 

 

 

 

Tempo.co