TNI-Polri Jaga Bendungan Jatiluhur Usai Penangkapan Terduga Teroris

Pascapenangkapan terduga teroris di Jatiluhur Purwakarta, Minggu (25/12/2016), Perum Jasa Tirta II Jatiluhur meningkatkan pengawasan.

Pengelola Waduk Jatiluhur tersebut melibatkan TNI dan Polri dalam pengamanan.

“Pengawasan di gerbang-gerbang menuju Jatiluhur kami perketat dengan melibatkan polisi dan TNI. Pengamanan diutamakan di bendungannya,” ujar Direktur 2 PJT II Jatiluhur, Harry M Sungguh saat dihubungi Senin (26/12/2016).

Selain itu, Harry mengaku PJT II Jatiluhur akan mengikuti perintah penertiban keramba jaring apung (KJA).

Namun penertiban 23.000 KJA membutuhkan waktu. “Kemampuan kita untuk menertibkan 20-25 KJA per hari. Itupun tidak tiap hari karena ada hari libur,” terangnya.

Harry menjelaskan, tahun ini, KJA yang berhasil ditertibkan sebanyak 1.826. Ia menargetkan, tahun depan bisa menertibkan 4.000-5.000 KJA.

“Butuh empat tahun untuk menertibkan men-zero kan KJA,” imbuhnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengakui, pengawasan Jatiluhur sebagai alat vital negara masih terbilang longgar. Seharusnya bendungan ini diawasi minimal 20 pos jaga.

Diberitakan sebelumnya, Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri menggerebek dua tempat terduga teroris di Ubrug, Jatiluhur.

Dari penggerebegan tersebut, dua orang ditangkap. Dua lainnya tewas setelah baku tembak.

Dua terduga teroris yang berhasil ditangkap bernama Rizal alias Abu Arham (29) dan Ivan Rahmat Syarif.

Keduanya warga Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan dua orang yang tewas dikenal dengan Abu Sovi alias Abu Azis alias Mas Brow warga Kabupaten Bandung dan Abu Faiz warga Kabupaten Bandung Barat.

Sumber : tribunnews