Surga Labuan Bajo, dari Gua Batu Cermin Sampai Tari Caci

Wilayah timur Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Beragam tempat wisata yang unik selalu membangkitkan rasa penasaran para wisatawan untuk mengunjunginya. Termasuk Asran Shady yang ingin membuktikan keindahan wisata di sebuah kota di wilayah timur Indonesia, yaitu Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Perjalanan Asran diawali dengan mengunjungi Gua Batu Cermin. Terletak di Desa Waesambi, Manggarai Barat, Labuan Bajo, Flores, Gua Batu Cermin dahulu ditemukan oleh Arkeolog Belanda, Theodore Verhoven pada tahun 1951.

Konon, dari hasil temuan Theodore, diketahui bahwa dahulu Pulau Flores berada di bawah permukaan laut.

Untuk sampai ke Gua Batu Cermin, para wisatawan harus melalui jalanan yang cukup curam dan berbatu. Namun demikian, perjalanan yang berat akan terbayar ketika memasuki gua. Penasaran dengan isi gua tersebut, Asran pun masuk dan menyusuri gua itu. Meski jalan masuk untuk menyusuri gua cukup menantang, anda akan disambut oleh keindahan stalaktit yang bercahaya karena pantulan sinar matahari. Itulah sebabnya gua ini dinamakan Gua Batu Cermin.

Selain itu, di dalam gua seluas 19 hektar tersebut, terdapat sebuah fosil penyu yang semakin memperkuat temuan arkeolog bahwa di daerah tersebut dahulu memang berada di bawah permukaan laut. Wisatawan juga akan menemukan sebuah stalaktit berwujud wanita berjubah putih. Oleh warga sekitar, stalaktit itu kemudian disebut sebagai Batu Bunda Maria.

Masih di Labuan Bajo, Asran mengunjungi sebuah pasar di daerah itu. Pasar itu kerap disebut Pasar Batu Cermin oleh warga sekitar. Tak ubahnya pasar pada umumnya, pasar itu dipenuhi oleh pedagang-pedagang bahan makanan seperti ikan, sayur, sembako, dan sebagainya. Namun demikian, wisatawan akan dibuat terkejut oleh sistem perdagangan di pasar yang terletak di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat itu.

Ya, sistem barter atau transaksi dengan pertukaran barang masih menjadi tradisi yang melekat di pasar itu. Jika anda mengunjungi pasar tersebut, jangan lupa untuk mencicipi kuliner yang ada di pasar barter khas warga flores tersebut.

Setelah mengunjungi berbagai tempat menarik di Labuan Bajo, Asran ingin mencoba salah satu kesenian tradisionalnya, yaitu Tari Caci. Tari tradisional khas masyarakat Manggarai tersebut kerap ditampilkan di berbagai acara seperti syukuran musim panen, ritual tahun baru, pernyambutan tamu besar dan berbagai acara adat lainnya. Ingin tahu bagaimana keseruan Asran menikmati surga di Labuan Bajo?

Saksikan dalam Fokus Akhir Pekan, minggu pukul 15.00 WIB hanya di Indosiar.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Sumber : liputan6