Subsidi untuk Angkutan Kereta di 2017 Rp 2 Triliun

Foto: Muhammad Idris-detikFinance

Liputansaku.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan subsidi angkutan umum atau Public Service Obligation (PSO) Rp 2,09 triliun untuk angkutan kereta di 2017. Anggaran subsidi tersebut dikucurkan ke operator yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Prasetyo Boeditjahjono, mengatakan alokasi anggaran tersebut terbagi untuk subsidi kereta antar kota Rp 270,7 miliar dan kereta perkotaan sebesar Rp 1,82 triliun.

“Saya ingat PSO pertama kali di tahun 2000 sebesar Rp 31,5 miliar, sekarang di 2017 sudah Rp 2 triliun. Artinya komitmen pemerintah melayani pengguna jasa kereta api yang semakin hari semakin meningkat kita maksimalkan,” kata Prasetyo di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat malam (30/12/2016).

Menurutnya, ada perubahan penyaluran PSO di mana alokasi subsidi untuk kereta dalam kota diperbesar, dari sebelumnya 65% di 2016 menjadi 85% di 2017. Kereta perkotaan sendiri meliputi KRL (Kereta Rel Listrik), KRD (Kereta Rel Diesel), dan kereta jarak dekat.

“Tadinya kereta perkotaan 65% sekarang jadi 85%. Karena perhatian kita lebih besar pada penumpang yang melakukan perjalanan setiap hari, itulah esensi yang dirasakan masyarakat,” jelas Prasetyo.

Dia merinci, subsidi kereta perkotaan meliputi KRL sebesar Rp 1,34 triliun, KRD sebesar Rp 94 miliar, dan kereta jarak dekat Rp 379,89 miliar.

 

 

 

 

Detik.com