Soal Kerjasama Militer, Ryamizard Mau Temui Menhan Australia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan Dialog 2+2 dengan Menlu Australia Julie Bishop dan Menhan Australia Marise Payne di Sydney, Australia, 21 Desember 2015. Dalam dialog itu dibahas tentang penguatan hubungan bilateral antarkedua negara yang bertetangga tersebut. Getty Images/Jason Reed

Liputansaku.com, Jakarta -Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu merespon penundaan kerjasama militer antara TNI dengan Australia Defense Force yang kabarnya akibat adanya materi atau kegiatan pengajaran di ADF yang menjelek-jelekkan masa lalu TNI. Ryamizard mengatakan bahwa dirinya akan menemui Menteri Pertahanan Australia Marise Payne untuk menindaklanjuti penundaan tersebut.

“Saya mau ngomong dengan Menhan Australia dulu. Seharusnya kemarin ke sana, tapi tidak jadi karean beliau lagi sakit. Mungkin akhir Januari ini baru ke sana,” ujarnya saat dicegat usai Sidang Kabinet Paripurna di Bogor, Rabu, 4 Januari 2017.

Ryamizard melanjutkan bahwa tindak lanjut yang akan ia lakukan bersama Menhan Australia adalah akar masalah dari penundaan itu.

Ditanya apakah sudah diambil langkah awal akan masalah dengan ADF, Ryamizard mengiyakan. Salah satu langkah awal yang diambil adalah menarik instruktur asal Kopassus yang mengajar di ADF.

Langkah lainnya, ujar Ryamizard, diambil oleh ADF sendiri. ADF, klaim ia, telah memberi sanksi kepada pihak-pihak yang diyakini menjelek-jelekkan TNI seperti kabar yang beredar.”Yang di sana melapor ke saya seperti itu,” ucap dia.

Terakhir, Ryamizard mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya memastikan kerjasama itu hanya ditunda, bukan dibatalkan. Sebab, kerjasama dengan ADF juga penting untuk menjaga hubungan baik antar negara atau dalam hal ini Australia.

“Hubungan kita (dengan Australia) lagi baik-baiknya. Kalau hanya ditunda (kerjsamanya), gak apa,” demikian RYamizard mengakhiri.

 

 

 

Tempo.co