Sepenggal Cerita Sedih Mahasiswa Asal Pagaralam di Yogyakarta

Cerita sedih dialami mahasiswa asal Kota Pagaralam yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta.

Para mahasiswa Pagaralam terpaksa harus mengeluarkan barang mereka dari asrama yang disewakan pihak Pemkot Pagaralam. Pasalnya masa sewa yang dibayar sudah habis atau tidak diperpanjang Pemkot Pagaralam.

Di dalam laman Facebook Mantan Ketua Ikatan Keluarga Pelajar/Mahasiswa Pagaralam–Yogyakarta (IKPM), Dedet Mandela, memperlihatkan barang serta perelengkapan asrama mahasiswa Pagaralam di Jogjakarta yang yang sedang dikemasi keluar dari asrama.

Dihubungi Sripoku.com,  Kamis (8/12/2016) via Handphone, Dedet Mandela yang baru menamatkan pendidikannya di sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata AMPTA Yogyakarta, menceritakan kondisi terkini dari rekan-rekannya pasca keluarnya mereka dari asrama serta kronologis permasalahan yang terjadi.

Kepada Sripoku.com, Dedet yang kini masih menetap di Yogyakarta mengatakan, bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya datang mengunjungi asrama.

Ia terkejut melihat para penghuni asrama tengah sibuk mengemasi barang-barang keluar dari asrama dan hendak mencari tempat kost baru. Pasalnya asrama yang selama ini tempati sudah habis masa kontraknya.

“Saat saya datang kawan-kawan sedang sibuk mengemasi barang-barang keluar asrama, ketika saya tanya rupanya asrama ini habis kontraknya dan belum diperpanjang oleh Pemkot Pagaralam,” katanya.

Lebih jauh Dedet menceritakan. keberadaan asrama mahasiswa Pagaralam di Yogyakarta tersebut adalah berkat bantuan Pemerintah Kota Pagaralam.

Dimana pada 2015 yang lalu, Walikota Pagaralam yakni Ida Fitriati, beserta jajarannya berkunjung ke Yogyakarta untuk melihat kondisi mahasiswa Pagaralam disana.

“Dari kunjungan tersebut, ibu walikota saat itu memberikan bantuan asrama sebagai tempat bernaung dan berkumpul untuk mahasiswa dan pelajar yang sedang menimba ilmu dengan cara mecarikan sebuah rumah untuk dikontrak selama satu tahun,” jelasnya.

Sumber : tribunnews