Sepak Terjang Chappy Hakim, Presdir Freeport Indonesia

Mantan Kepala Staf Angkat Udara (Kasau) Chappy Hakim ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Chappy sebelumnya banyak bergelut di dunia penerbangan hingga menjadi staf ahli di Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pria kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1947 ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara 1971. Berbagai posisi di TNI Angkatan Udara (AU) pernah didudukinya, seperti Komandan Skuadron 31 Lanud Halim Perdana Kusuma, Direktur Operasi dan Latihan TNI AU dan Danjen Akademi TNI sejak 2000.

Kemudian ‎karir militernya mencapai puncak saat ditunjuk sebagai Kasau di periode 2002-2005 pada era Presiden Megawati Sukarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

Chappy juga menamatkan berbagai jenis pendidikan penerbangan. Selain lulusan Akademi TNI AU, dia juga tercatat menyelesaikan pendidikn di Sekolah Instruktur Penerbangan, Sesko ABRI, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan sarjana di Universitas Terbuka.

Chappy pernah menjabat sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi, anggota staf ahli di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan penasihat di Asosiasi Aircraft Component Kementerian Perindustrian.

‎Mengikuti ayahnya, Abdul Hakim, yang merupakan seorang wartawan dan ikut mendirikan kantor berita Antara, Chappy juga produktif menulis buku khususnya di bidang penerbangan. Buku yang telah ditulisnya antara lain Awal Ketabrak Pesawat Terbang!, Berdaulat di Udara: Membangun Citra Penerbangan Nasional dan terakhir Fenomena Pompa Bensin.

Sejak Agustus 2016, Chappy juga dipercaya sebagai penasihat senior di Freeport Indonesia sebelum dipercaya menduduki jabatan ‎Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

‎Sebelumnya, Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama membenarkan penunjukan Chappy sebagai Presiden Direktur di perusahaan tambang asal Amerika Serikat Tersebut. “Pak Chappy Hakim akan ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia‎,” ujar Juru Bicara Freeport Indonesia ‎Riza Pratama melalui pesan singkat kepada Liputan6.com di Jakarta, Minggu (20/11/2016).‎

Riza menyatakan, penunjukan Chappy telah dikonsultasikan dengan pemerintah Indonesia. Saat ini proses tersebut tengah menunggu persetujuan dari para pemegang saham, termasuk pemerintah Indonesia.

“Penunjukan tersebut telah dilakukan setelah berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia. Dan sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan resmi dari pemegang saham,” kata dia.

(sumber:liputan6)