Sekarat, Ibu Ini Tak Menyerah Cari Keluarga Baru untuk Putranya

Kasih ibu sepanjang jalan, barang kali adalah peribahasa yang paling tepat untuk kisah ini. Liu Fulan harus membesarkan sendiri kedua putranya yang masih balita ketika suaminya meninggal dunia akibat kanker hati pada 2008.

Ia pun banting tulang menghidupi kedua anaknya. Banyak orang menawarkan bantuan untuk menggantikan dia mengurus anak-anaknya. Akan tetapi, Liu bersikeras selama ia masih sanggup, dia ingin membesarkan sendiri buah hatinya.

Pendidikan yang tak tinggi menyulitkan dia mencari pekerjaan. Meski begitu, Liu tidak pernah sekali pun menyerah. Dia pernah bekerja sebagai tukang bersih-bersih, juga tukang sapu jalan.

Namun takdir berkata lain. Pada Agustus 2016, dokter memvonisnya kanker hati stadium akhir. Penyakit yang sama yang telah merenggut nyawa ayah kedua putranya, Qiancheng (9) dan Yiqi (11).

Kini bagi Liu tak ada jalan selain membiarkan kedua anaknya dalam pengasuhan orang lain. Dalam kondisi sekarat, ibu yang tangguh ini berjuang mencari orangtua pengganti yang bersedia menampung kedua anaknya sekaligus, bukan salah satunya saja.

“Ketika saya sakit dan tahu ini tak bisa disembuhkan karena saya tak punya uang, saya memikirkan masa depan anak-anak. Lalu saya tanya kepada mereka, ‘mau tidak dikirim ke keluarga kaya?’ Mereka menjawab, ‘tidak, ibu akan baik-baik saja.’,” tutur Liu, seperti dikutip dari Sixth Tone, Senin (23/1/2017).

Kisah ini mendapat sorotan media massa. Dalam waktu singkat, banyak orang China menawarkan diri untuk mengasuh kedua anaknya. Akan tetapi, mereka hanya bisa mengambil seorang dan kebanyakan bersedia mengadopsi anak bungsunya saja. Bahkan ada tawaran dari diaspora China di Amerika Utara.

sumber : okezone