SBY Menjadi Politikus Yang Sering Diberitakan Tahun Ini

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan pandangan Partai terhadap isu nasional terkini di Cikeas, Bogor, 10 Juni 2016. SBY menyampaikan tujuh isu penting, terutama pada isu Ekonomi dan Hukum. Tempo

Liputansaku.com, Jakarta – Lembaga Indonesia Indicator merilis data tentang 10 politikus terpegah atau termasyhur selama 2016. Lembaga ini membuat peringkat tersebut berdasarkan politikus mana yang paling banyak diberitakan dan tahun ini Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, berada di peringkat pertama.

Presiden ke-6 ini telah diberitakan oleh media massa selama 2016, sebanyak 33.947 kali. SBY berhasil mengalahkan para petinggi partai politik lain, seperti Setya Novanto, Prabowo Subianto, bahkan Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Di posisi kedua ada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, yang diberitakan sebanyak 32.562 kali. Menyusul di bawah Novanto, ada Megawati Soekarno Putri, yang diberitakan sebanyak 29.909 kali sepanjang tahun ini.

Lalu di posisi keempat ada politikus partai Golkar, Ade Komarudin, yang diberitakan sebanyak 25.089 kali. Sementara mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi kelima dengan pemberitaan sebanyak 17.210 kali.

Selain nama-nama di atas, nama-nama lain yang masuk dalam 10 besar adalah Zulfikli Hasan, Fadli Zon, Fahri Hamzah. Kemudian juga terdapat nama Prabowo Subianto dan di posisi terakhir ada Djan Faridz.

Lembaga Indicator Indonesia memilih 10 orang terpegah ini terkait dengan tokoh mana yang paling banyak diberitakan selama 2016. Para politikus ini dipilih dari nama-nama yang memiliki akar kuat di politik, dan tidak dipilih berdasarkan konteks positif negatif. Riset hanya berfokus pada nama politisi yang terbanyak diberitakan media.

Untuk menemukan 10 figur politikus itu diperlukan 105 urutan nama. Hal itu terjadi karena adanya gap antara politisi yang banyak diberitakan dan konsisten dengan politisi yang banyak diberitakan terkait isu tertentu.

 

 

 

 

Tempo.co