Saat Seorang Difabel Jadi Mentor Wirausaha di Acara Sandiaga Uno

foto: detikcom

Liputansaku.com, Jakarta – Keterbatasan fisik tak menjadi halangan Zulfan Dewantara untuk berbagi ilmu bisnis kepada rekan-rekannya. Berawal dari mengikuti pelatihan bisnis dari situs jual-beli online, Zulfan kini punya ratusan ‘murid’.

Zulfan ikut tergabung menjadi relawan pasangan calon gubernur Dan calon wakil gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Meski lumpuh dan harus duduk di kursi roda, tak menghalangi semangatnya berbagi ilmu.

“Alhamdulilah apa yang saya lakukan sejak Februari 2016 tidak ada niat mendapat pelatihan dari bukalapak.com. Alhamdulilah saya sudah memberikan training ratusan orang dan mereka saya bimbing sampai sekarang,” kata Zulfan saat menghadiri Netizen Gathering 6 Perempuan Berdaya di Posko Anies-Sandi Jl Brawijaya III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2016).

Dia bercerita usia muridnya beragam mulai dari mahasiswa hingga ibu-ibu usia 60 tahun. Masih banyak muridnya yang sama sekali belum paham cara berbisnis online diajarinya dengan telaten.

“Mereka saya didik dari yang tidak tahu jual online dari mahasiswa sampai ibu-ibu 60 tahun. Salah satunya ada seorang ibu yang sekarang per hari bisa 250-an transaksi. Alhamdulilah itu sumbangsih saya,” ujar dia bangga.

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pola berbagi ilmu yang dilakukan oleh Zulfan merupakan contoh realisasi One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE). Sandiaga menyebut founder bukalapak.com Achmad Zaky dulu merupakan salah satu anak didiknya.

“Ini model programnya mentoring OK OCE. Pada 2011 saya pernah mentoring Achmad Zaky,” urai Sandiaga.

Sandiaga mengatakan momen kebenaran hidup ditentukan 3 menit. Dia kemudian mengenang saat dirinya berjuang merintis karir dan bertemu dengan mantan menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Selesai sesi, Achmad Zaky mendatangi saya bilang mau bikin usaha. Dia bilang mau bantu UKM.
Saya tanya gimana caranya saya bikinkan lapangan usaha, beliau bilang dia akan buka usaha melalui online, namanya bukalapak.com,” kenang Sandiaga.

Sandiaga mengaku sempat tertawa mendengar ide tersebut. Namun rupanya situs tersebut malah memiliki profit yang lebih tinggi dibanding perusahaan miliknya yang sudah didirikan sejak puluhan tahun lalu

“Sekarang omzetnya dia sudah mengalahkan perusahaan yang saya dirikan 20 tahun yang lalu. Enggak ada yang bikin kita lebih bangga melihat orang yang kita mentoring sukses dan bisa menularkan kesuksesannya,” paparnya.

Sandiaga kemudian bertanya bagaimana Zulfan yang berkursi roda bisa mengikuti diskusi yang berlangsung di lantai dua. Setelah mengetahui relawannya itu harus digotong karena kepayahan menaiki anak tangga cawagub nomor urut tiga itu mengatakan bangunan yang aksesibel menjadi pekerjaan rumahnya.

“Sebagaimana yang diketahui Mbak Rachel dan saya meruapakan kader Partai Gerindra itu kami mendukung UU difabel,” jelas dia.

Sandiaga menyebut warga difabel juga punya hak uang sama dengan warga lainnya. Dia berharap jika terpilih nanti bisa menyediakan bangunan ramah dan lapangan pekerjaan bagi mereka.

“Kaum difabel itu perlu akses, mereka bisa kerja, ke depan kita pikirkan aksesnya. Ini salah satu PR buat kita. Gedung-gedung yang di Jakarta tidak dibangun untuk membantu Bang Zulfan,” sebutnya.

“Insya Allah kalau nomor 3 dipilih, paling enggak bangunannya ramah untuk difabel karena mereka tidak mau dianggep sebagai beban, mereka hanya ingin akses yang setara,” beber Sandiaga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Detik.com