Rupiah Melemah Terhadap Dolar Menjadi Rp 13.396

Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi, 20 Desember 2016, melemah  menjadi Rp 13.396 per dolar AS, atau turun 36 poin dari sebelumnya.

“Minimnya sentimen domestik membuat faktor global menjadi dominan dalam penentu arah rupiah yang dalam jangka pendek diperkirakan masih akan mengalami pelemahan,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa, 20 Desember 2016.

Rangga mengatakan kekhawatiran pasar terhadap pencapaian defisit akhir 2016 yang bisa melebihi ekspektasi, kembali menjadi perhatian dan turut memberikan sentimen negatif bagi mata uang domestik.

Ia menambahkan,  permintaan dolar AS juga masih cukup kuat pasca kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 0,5-0,75 persen pada pekan lalu.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, apresiasi dolar AS salah satunya juga didorong pernyataan positif dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) tentang pasar tenaga kerja yang kuat dalam hampir satu dekade.

Ia juga mengatakan bahwa pernyataan The Fed mengenai adanya peluang untuk kembali menaikan suku bunga pada 2017 mendatang sebanyak tiga kali juga turut menopang dolar AS.

Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah terhadap dolar AS  relatif terbatas menyusul respon pelaku pasar terhadap optimisme dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani mengatakan  akan fokus pada upaya pencapaian penerimaan perpajakan hingga akhir tahun agar tidak terlalu meleset dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan 2016.

“Sentimen dari dalam negeri itu akan menjaga perekonomian domestik dan mata uang,” katanya.

Sumber : tempo.co