Romahurmuziy Yakin PPP Kembali Solid Usai Pilkada DKI

PPP kubu Romahurmuziy telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. Sementara kubu Djan Faridz mendukung petahana yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat. "Sehingga kalau kemudian tadi kita mengangkat bahwa persoalan PPP ini sebenarnya persoalan Pilkada DKI itu memiliki relevansi. Karena memang gelombang naiknya persoalan yg terjadi karena persoalan Pilkada DKI," ucap pria yang akrab disapa Romi ini. Menurut dia, sebenarnya masalah internal di PPP sudah selesai pasca Mukmatamar Islah di Pondok Gede, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, dia yakin masalah tersebut akan selesai setelah Pilkada DKI Jakarta. "Itu semakin menguatkan memang persoalan PPP yang diangkat seolah-olah belum selesai ini, hanya urusan Pilkada DKI, tidak ada yang lain," tandas Romi.)

Liputansaku.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy meyakini kader partainya akan kembali solid usai pelaksanaan Pilkada 2017 mendatang. Meski dia tak memungkiri kini ada keretakan kecil terkait perbedaan dukungan calon kepala daerah di DKI Jakarta.

“Nanti kalau Pilkada DKI selesai ini, persoalan PPP tidak muncul lagi. Karena memang persoalan yang ada, memang mengiringi Pilkada DKI,” kata Romahurmuziy di acara Hari Lahir ke 44 PPP di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (5/12/2017).

PPP kubu Romahurmuziy telah menyatakan dukungannya kepada pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni. Sementara kubu Djan Faridz mendukung petahana yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat.

“Sehingga kalau kemudian tadi kita mengangkat bahwa persoalan PPP ini sebenarnya persoalan Pilkada DKI itu memiliki relevansi. Karena memang gelombang naiknya persoalan yg terjadi karena persoalan Pilkada DKI,” ucap pria yang akrab disapa Romi ini.

Menurut dia, sebenarnya masalah internal di PPP sudah selesai pasca Mukmatamar Islah di Pondok Gede, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, dia yakin masalah tersebut akan selesai setelah Pilkada DKI Jakarta.

“Itu semakin menguatkan memang persoalan PPP yang diangkat seolah-olah belum selesai ini, hanya urusan Pilkada DKI, tidak ada yang lain,” tandas Romi.

 

 

Liputan6.com