Rizieq Syihab Diimbau Tak ke Jawa Timur

Gestur Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, setelah memenuhi panggilan penyidik terkait logo palu-arit di uang kertas rupiah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Pemeriksaan ini diwarnai dengan aksi konvoi massa FPI. REUTERS/Darren Whiteside

Liputansaku.com, Surabaya — Kepolisian Daerah Jawa Timur berharap Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, tidak hadir ke acara Gerakan Subuh Berjemaah yang rencananya dilaksanakan di Masjid Alfalah, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu pekan ini, 28 Januari 2017.
“Kami harapkan kalau bisa tidak datang di Jawa Timur karena ormas di sini sudah menyatakan menolak ormas yang memecah belah dan intoleran,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Barung Mangera, Selasa, 24 Januari 2017.

Kalaupun tetap hadir, kata Barung, pihaknya akan mengawal kegiatan itu. Hanya saja dia meminta panitia acara menyampaikan perihal kegiatan itu ke pihaknya. “Memang tidak ada aturan kegiatan keagamaan untuk melapor. Tapi khusus kegiatan ini kami minta supaya dilaporkan.”

Menurut Barung, kegiatan itu perlu dilaporkan supaya polisi bisa melakukan persiapan. Walau belum dilapori panitia acara, Barung mendapat informasi dari pihak intelijen. “Intelejen dan biro operasi sudah bekerja untuk mengkonsolidasi seluruh kekuatan polda.”

Yayasan Dana Sosial Al-Falah, Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia berencana menggelar acara itu dengan menghadirkan Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, serta Ketua GNPF-MUI, Bachtiar Nasir.

Sekretaris GUIB Jawa Timur, M. Yunus, membenarkan pihaknya bakal menggelar acara Gerakan Subuh Berjamaah itu. Dia belum berkoordinasi dengan polisi dan belum bisa memastikan kehadiran Rizieq. Pun demikian dengan tempat acara. “Masih dirapatkan,” katanya.

 

 

 

Tempo.co