Prototipe Laptop Razer yang Dicuri di CES Dijual di Tiongkok

Beberapa waktu lalu, perusahaan teknologi Razer secara mengejutkan mengumumkan bahwa salah satu prototipe laptop gaming yang dipamerkan di Consumer Electronics Show (CES) 2017 hilang dicuri orang.

Mengutip informasi dari Tech Times, Selasa (17/1/2017), baru-baru ini, prototipe bernama Project Valerie itu dijual di Tiongkok.

Sebelumnya, CEO Razer Min-Liang Tan menyebutkan prototipe laptop itu hilang di booth Razer namun tak mengatakan, mana di antara dua protitipe Razer yang hilang.

Min sempat mengatakan, pihaknya mengadakan sayembara bagi siapa saja yang mengetahui informasi yang bisa menuntun perusahaan menemukan laptop yang dicuri akan diberi hadiah maksimal US$ 25.000 atau Rp 333 juta.

Beberapa hari setelahnya prototipe Project Valerie muncul di internet. Laptop tiga layar itu dijual di situs Taobao seharga US$ 22.000 atau setara Rp 266 jutaan. Tentunya harga tersebut terbilang cukup mahal untuk sebuah laptop.

Namun, mengingat laptop Project Valerie itu merupakan sebuah prototipe baru dan belum dijual secara resmi serta tak mudah didapat, harga itu cukup masuk akal.

Kira-kira siapa yang bakal membelinya ya? Jika ada yang membelinya, tentu akan jadi hal yang memalukan. Sebab di dunia maya berita tentang Razer kehilangan prototipe laptop gaming tersebut telah menyebar dengan cepat.

Tapi dengan munculnya produk langka ini di Tiongkok, Razer bisa kembali membelinya atau paling tidak melacak orang-orang di balik pencurian tersebut.

Project Valerie yang diumumkan di ajang CES 2017 merupakan laptop dengan tiga layar dengan bentang 17 inci. Dibandingkan laptop gaming Razer sebelumnya, Project Valerie memiliki ukuran lebih besar dan tebal.

Ketebalan ini lantaran Razer menyematkan dua layar monitor tambahan yang bisa dilipat. Razer sebelumnya mengatakan, “ini merupakan laptop portabel pertama di dunia yang menampilkan tiga layar monitor”.

Dari segi spesifikasi, Project Valerie menggunakan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1080 dan sudah mampu dihubungkan dengan perangkat virtual reality (VR) seperti HTC Vive dan Oculus Rift.

Sumber : liputan6