Presiden Joko Widodo Tinjau Lab Wirausaha Ritel SMK Yogya

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan sejumlah siwa sekolah, penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kantor Desa Asrikaton, Kec. Pakis, Kab. Malang, Jawa Timur, 21 Mei 2015. Jokowi membagikan 7314 Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar di Malang dan Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Liputansaku.com, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Yogyakarta berkesempatan meninjau laboratorium wirausaha ritel “Alfamart Class” di SMK Negeri I Tempel, Kabupaten Sleman. “Dalam kunjungan tersebut, Kepala Negara didampingi Mendikbud,” kata Direktur Urusan Korporasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) Solihin di Jakarta, Minggu, 5 Februari 2017.

Manajer Komunikasi Perusahaan Alfamart, Budi Santoso, menjelaskan bahwa laboratorium pusat wirausaha “Alfamart Class” merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Alfamart di bidang pendidikan. “Wujudnya dengan memberikan hibah laboratorium ritel dan pendidikan manajemen ritel,” katanya.

Pada acara di Yogyakarta Sabtu 4 Februari 2017 itu Presiden Jokowi sekaligus menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa dan siswi dari keluarga prasejahtera dan yatim piatu dari SD, SMP, SMA/SMK, SLB, dan panti sosial atau panti asuhan di Yogyakarta.

Solihin menjelaskan sebanyak 144 SMK di seluruh Indonesia yang telah bekerja sama dengan perusahaannya, melalui program pendidikan ritel, berkesempatan berdialog dengan Presiden Jokowi melalui “video conference” di SMKN 1 Tempel, Sleman, Yogyakarta.

Presiden meninjau pula laboratorium ritel yang dihibahkan Alfamart untuk dikelola pihak sekolah sebagai sarana praktek pada siswa di program tersebut. Sebagai perusahaan ritel yang hadir di tengah masyarakat, Alfamart menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan, salah satunya melalui program pendidikan ritel bagi siswa SMK, “Alfamart Class” itu.

Dijelaskan bahwa program yang telah berjalan sejak 2011 ini, diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang memiliki daya saing tinggi, terampil, dan siap bekerja di lingkungan perusahaan. “Khususnya di industri ritel, dengan berbagai kompetensi yang telah dimiliki,” katanya.

Melalui program tersebut, Alfamart bekerja sama dengan SMK yang memiliki jurusan bisnis atau manajemen pemasaran. Sinkronisasi kurikulum Ia menjelaskan perusahaan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa.

Alfamart Class hingga Desember 2016 telah diimplementasikan di 144 SMK di 67 wilayah di Indonesia dan merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui alih ilmu pengetahuan dan praktik pembelajaran yang komprehensif.

Bagi lulusan SMK yang mengikuti program “Alfamart Class”, kata dia, dapat langsung bekerja di Alfamart.

Kepala SMKN 1 Tempel, Sleman, Nunung Sulastri menyambut baik kerja sama program ini. Ia menilai sinkronisasi kurikulum pendidikan di jenjang SMK dengan kompetensi yang dibutuhkan industri sangat diperlukan.

 

 

 

 

Tempo.co