Polisi Usut Chat Mesum yang Diduga Rizieq FPI & Firza Husein

Ketua FPI, Habib Rizieq, memasuki ruang sidang pada sidang peninjauan kembali terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, 26 Januari 2016. Ribuan pengunjung memadati halaman gedung PN untuk memberikan dukungan moral pada Abu Bakar Ba'asyir. ANTARA/Idhad Zakaria

Liputansaku.com, Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya menyelidiki adanya percakapan (chat) berbau pornografi yang diduga melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, dan salah satu tersangka makar, Firza Husein. Percakapan yang nampak mengggunakan aplikasi WhatsApp itu beredar luas di dunia maya.

“Kami sedang lakukan penyelidikan dan melihat akun-akun apa saja yang sudah memposting, (percakapan) itu,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 30 Januari 2017.

Argo mengatakan, langkah ini diambil oleh kepolisian setelah dilakukan patroli siber dan menemukan konten percakapan tersebut. Setelah dilaporkan, penyelidikan pun dilakukan. “Konten ini ditemukan sejak kemarin,” kata dia. Adapun pasal yang bisa diterapkan dalam kasus ini adalah terkait pornografi.

Kepolisian juga sudah mengidentifikasi beberapa akun media sosial yang menyebarkan konten tersebut. “Sudah (teridentifikasi). Ada lebih dari satu (akun),” kata Argo.

Untuk saat ini, menurut Argo, polisi masih akan mendalami kasus ini. Beberapa saksi ahli akan dipanggil untuk pendalaman kasus. “Tentunya kami akan memeriksa beberapa saksi ahli. Nanti akan melihat benar enggak ada di situ (pornografi),” ujarnya.

Media sosial baru-baru ini diramaikan dengan isi percakapan (chat) WhatsApp, yang disebut-sebut sebagai Rizieq Shihab dengan Firza Husein. Isi percakapan itu sendiri berisi rayuan dan beberapa gambar perempuan tanpa pakaian. Sejumlah situs dan beberapa akun media sosial nampak ikut menyebarkan percakapan tersebut.

FPI membantah adanya percakapan yang dimaksud. Menurut juru bicara FPI, Slamet Maarif, kabar tersebut hanya fitnah terhadap organisasinya. “Itu fitnah keji dan kami menganggap sampah saja. Kami lebih kenal Habib Rizieq dan kami sangat percaya dengan beliau, makanya kami tenang-tenang saja,” kata Maarif saat dikonfirmasi.

Firza diketahui sebagai salah satu tersangka makar yang sempat ditangkap pada 2 Desember 2016 lalu. Dia ditangkap di lokasi berbeda bersama tujuh tersangka makar lain seperti Sri Bintang Pamungkas dan Ratna Sarumpaet.

Menurut polisi, ada aliran dana dari Firza Husein yang diduga digunakan untuk kegiatan makar. Keterangan itu disebut didapat dari tersangka makar lain, yaitu Ahmad Dhani. Sampai saat ini, Firza Husein tercatat sebagai Ketua Yayasan Sahabat Cendana.

 

 

 

 

tempo.co