Polisi Ringkus Anggota Geng Motor Pembunuhan Cipayung

Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam.

Liputansaku.com, Jakarta – Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap BA, 17 tahun, seorang anggota geng motor pada 21 November 2016. BA adalah salah satu anggota geng motor yang menyerang dua orang di Cipayung, Jakarta Timur, pada 20 November 2016.

“Anggota geng motor ini masih berstatus pelajar. Mereka pada awalnya kumpul-kumpul, kemudian mabuk, dan kemudian mulai sweeping,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, hari ini, 27 November 2016.

Argo menerangkan, selain menangkap BA, kepolisian masih mengembangkan kasus ini. Ada lima anggota geng lain yang sudah masuk ke daftar pencarian orang.

BA dikenai Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau Pasal 80 ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ia dijerat dengan tuduhan mengakibatkan luka berat atau meninggal.

BA ditangkap di Ciracas, Jakarta Timur, sehari setelah penyerangan terhadap Rendi Hermawan dan Imam Masyuri. Rendi tewas di lokasi pengeroyokan sedangkan Imam terluka parah. Menurut Argo, BA memiliki peran dalam pengeroyokan itu. “Ia membacok Imam di punggung sebanyak satu kali,” ucap Argo.

Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan aksi geng motor ini dilakukan tanpa motif tertentu. Korban pengeroyokan dibiarkan dan barangnya juga tak diambil. “Mereka hanya berbuat onar,” tuturnya.

Mengingat BA masih di bawah umur, Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk melakukan bimbingan terhadap BA.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(sumber:tempo.co)