Polandia Minati Kopi Robusta dari Jawa Timur

Ilustrasi

Liputansaku.com, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan ada permintaan dari Polandia untuk mengekspor kopi ke negara tersebut. Permintaan itu disampaikan di sela pertemuan bisnis di Olivia Business Center, Gdanks, Polandia antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan beberapa pengusaha Provinsi Pomerania, Polandia kemarin, 25 November 2016.

“Alhamdulillah dapat respon positif untuk bisnis kopi Jawa Timur,” katanya Saifullah ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 26 November 2016.

Selama ini, kata Saifullah, pengusaha-pengusaha pembuatan kopi kemasan di Polandia mendapatkan pasokan bahan mentah  dari Brazil. Namun para pengusaha tersebut juga meminati kopi dari Indonesia. “Saya kemarin tawarkan kopi robusta,” katanya.

Menurut Konsul Kehormatan Polandia di Surabaya yang juga bos Kopi Kapal Api, Soedomo Mergonoto,  robusta adalah kopi andalan Indonesia. “Mereka (Polandia) minta segera dikirim contoh kopi dari Indonesia,” kata Soedomo.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara maraton mengadakan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Pomerania, wilayah bagian utara Polandia. Tiba di Gdanks, kota tempat Lech Walesa memimpin revolusi melawan penguasa komunis setempat, rombongan bertemu Deputy Marshal (Gubernur) Wieslaw Byczkowski.

Dalam pertemuan itu Saifullah yang didampingi sejumlah kepala dinas, pengusaha dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur mendapat penjelasan tentang potensi bisnis di provinsi itu. Malam harinya, delegasi dijamu makan malam oleh Gubernur Mieczyslaw Struk.

Di sela-sela jamuan makan malam, ditandatangani rencana kerja (working plan) antara Jawa Timur dengan Promenia. Di dalamnya disepakati kerjasama antara kedua provinsi untuk bidang maritim, perikanan, pertanian, pengolahan makanan, logistik, dan transportasi, industri dan perdagangan.

Juga disepakati rencana kerjasama di bidang pendidikan, riset, penelitian ilmiah, pariwisata, budaya, dan kesehatan. Dalam rencana kerja yang berlaku sampai 2018 itu, kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan kerjasama melalui berbagai kegiatan, termasuk perdagangan, bertukar pengalaman di bidang maritim, perikanan, dan perkapalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Sumber:tempo.co)