Plt Gubernur DKI Sayangkan PLN Main Putus Listrik 8 Sekolah

Ilustrasi

Liputansaku.com, Jakarta – Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono alias Soni, menyayangkan langkah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang serta-merta memadamkan listrik di delapan sekolah di Jakarta Timur, Selasa, 22 November 2016.

“Ini kan kepentingan publik menyangkut orang lain (pendidikan). Seharusnya melihat konteks hal yang akan dilakukan,” kata Soni saat ditemui di Balai Kota, Rabu, 23 November 2016.

Soni mengakui kesalahan ada di pemerintah, hingga mengakibatkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sekolah-sekolah itu tak juga cair sehingga tak mampu membayar listrik.

Namun ia menyayangkan tak adanya koordinasi yang antara PLN dan Pemerintah Provinsi Jakarta mengenai rencana pemadaman ini sebelumnya.

”Jangan main putus (listrik) dulu. Harusnya dikonfirmasi dan kemudian diklarifikasi ke pemerintah,” kata Soni. Ia menduga sekolah sudah mendapat surat pemberitahuan sebelumnya dari PLN. Namun mereka kesulitan menyampaikan keluhan itu langsung ke pemerintah.

Padahal, kata Soni, jika berkoordinasi dengan pemerintah DKI lebih dulu, masalah bisa ditemukan lebih cepat dan tak perlu ada pemadaman.

”Kecuali (sekolah) enggak mau bayar. Tapi ini kan tidak, ini hanya soal administrasi,” kata pria yang merangkap jabatan sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu.

Masalah administrasi yang dimaksudkan Soni adalah adanya kesalahan input dari pemerintah saat perencanaan di e-budgeting APBD 2016. Hal itu membuat biaya pengeluaran listrik tiap bulan di sekolah di wilayah Jakarta Timur tidak muncul dan menyebabkan tak kunjung cairnya dana BOP.

Menurut dia, total ada 26 sekolah yang memiliki permasalahan dengan BOP yang tertunda ini. Seluruh sekolah ada di wilayah Jakarta Timur. Namun hanya delapan sekolah yang terkena pemadaman oleh PLN kemarin.

Adapun delapan sekolah itu adalah SMAN 51, SMAN 48, SMAN 9, SMAN 93, SMAN 104, SMAN 42, SMKN 10, dan SMKN 22. Menurut Soni, kondisi tanpa listrik tersebut sempat membuat siswa kesulitan belajar.

Meski begitu, Rabu, 23 November 2016 kedelapan sekolah telah mendapatkan aliran listrik kembali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(sumber:tempo.co)