PLN Angkat Bicara Soal Pemadaman Listrik 26 Sekolah di Jakarta

PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) angkat bicara perihal pencabutan listrik terhadap 26 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di wilayah DKI Jakarta.

Manager Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Aries Dwiyanto mengungkapkan, pencabutan listrik terjadi karena Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta belum membayar tagihan listrik untuk sekolah tersebut. Masa tunggakan pembayaran listrik beragam dari tiga bulan hingga 10 bulan.

‎”Jadi memang sekolah itu ada yang belum bayar listrik tiga bulan, enam bulan dan 10 bulan,” kata Aries, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Menurut Aries, sebelum melakukan pencabutan listrik, PLN telah terlebih dulu mengingatkan dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah. Namun hal tersebut tidak digubris  pihak terkait dengan alasan tidak ada anggaran untuk pembayaran listrik.

“Kita sudah ingatkan, melakukan komunikasi, memang dari Dinas Pendidikan belum anggarkan itu,” tutur Aries.

Dia melanjutkan, ‎setelah menempuh prosedur dan memberikan peringatan yang kemudian tak mendapatkan tanggapan, dengan terpaksa PLN mencabut listrik ke-26 SMA tersebut. Hal ini dinilai sudah menjadi ketentuan yang berlaku bagi pelanggan yang menunggak listrik.

‎”Komunikasi sudah dilakukan, sehingga mohon maaf kami melakukan sesuai prosedur,” tutup Aries.
Sebanyak 26 sekolah di Jakarta Timur sempat mengalami pemadaman listrik. Beruntung peristiwa tersebut hanya berlangsung sehari. Listrik kembali menyala dan menerangi proses belajar mengajar para siswa.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Selasa 23 November 2016. Sumarsono mengatakan, hasil penyelidikan sementara pihaknya kejadian tersebut terjadi karena adanya kesalahan administrasi.(Pew/Nrm)

(sumber:Liputan6)