Pilot Diduga Mabuk, Citilink Didesak Ambil Langkah Tegas

Petugas bandara melambaikan tangan kepada Pesawat Citilink saat melakukan tinggal landas dalam penerbangan perdana, di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (10/1). TEMPO

Liputansaku.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyesalkan adanya kasus pilot Citilink yang diduga mabuk pada penerbangan rute Surabaya-Jakarta.

“Kementerian Perhubungan memohon maaf kepada masyarakat Indonesia,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Bambang S. Ervan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Desember 2016.

Bambang berujar pihaknya tengah melakukan pemeriksaan kesehatan dengan lengkap dan teliti terhadap pilot itu, melalui Ditjen Perhubungan Udara. “Sampai hasil pemeriksaan belum ditetapkan pilot dilarang terbang (grounded),” katanya.

Bambang menuturkan Kementerian Perhubungan juga menginstruksikan kepada manajemen Citilink untuk mengambil langkah yang tegas kepada pilot itu. Jika dari hasil pemeriksaan kesehatan dan pelaksanaan prosedur secara sistematis ditemukan pelanggaran, maka pilot akan dikenakan sanksi keras.

“Kami selalu tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh awak pesawat yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar dia.

Kasus ini bermula dari cuitan penumpang pesawat, Hendro T. Subiyantoro. Dia mengatakan suara pilot terdengar melantur saat memberikan pengumuman melalui public announcer di dalam kabin pesawat.

“Insiden di pswt @Citilink QG 800 Sub -CGK, pilotnya mabuk, omong ngelantur sblm take off. @CGK_AP2 @kemenhub151. Penumpang disuruh trn lagi,” cuit Hendro dalam akun Twitter-nya, @htsubiyantoro, Rabu, 28 Desember 2016.

Dalam cuitan itu, @htsubiyantoro juga mengunggah video berdurasi 35 detik yang menayangkan suasana di dalam kabin pesawat. Para penumpang tampak gelisah. Beberapa penumpang juga terlihat berdiri.

 

 

 

 

Tempo.co