Perjuangan Samuel Franklyn Melawan Kelumpuhan Selama 6 Tahun

Perjuangan hidup programmer Samuel Franklyn tak diragukan lagi. Meski lumpuh total selama 6 tahun–tulang-tulang yang melekat dalam tubuhnya tak mampu lagi menopang untuk berdiri sehingga bekerja sambil berbaring–ia tak pernah lelah bekerja dan terus melahirkan karya di bidang Teknologi Informasi (TI) yang telah digeluti sejak 1992.

Semangatnya pun tak pernah redup. Mungkin orang lain akan hilang harapan jika dalam kondisinya, tapi tidak begitu dengan Sam. Ia justru masih tetap memiliki harapan besar dan ingin terus bekerja. Sikap Sam ini tak lepas dari didikan ibunya.

“Ini semua berkat didikan orangtua, mereka selalu bilang bahwa selama masih bisa maka kita harus mandiri. Ibu saya juga sewaktu meninggal, sebelumnya masih bekerja walapun badannya sakit,” tutur Sam, sapaan akrabnya, saat ditemui Tekno Liputan6.com di kediamannya di Jalan Asem 4, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Meski sehari-hari ia terbaring di atas kaur, keahliannya dalam utak-atik program komputer, khususnya program Java tidak pernah luntur. Keahliannya bahkan dipercaya oleh salah satu perusahaan global distribution system (GDS) ternama, Galileo Indonesia.

Selain mengerjakan program untuk Galileo Indonesia, Samuel Franklyn juga sempat menjalankan sejumlah proyek lain, salah satunya adalah program parkir bersama temannya.

Kecintaan Sam pada Dunia TI

Kecintaannya pada dunia TI tumbuh sejak kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun kala itu, ketertarikannya menjadi seorang programmer disebabkan iming-iming kekayaan.

Sam berujar, saat itu ia berpkir bahwa dengan menjadi seorang programmer maka bisa menjadikannya kaya raya, seperti Bill Gates (co-founder Microsoft) dan Larry Ellison (co-founder Oracle).

Namun akhirnya Sam menyadari kekeliruannya. Kesuksesan Gates dan Ellison, katanya, bukan hanya karena menjadi seorang programmer. Tapi juga dibutuhkan keahlian lain, termasuk pandai berbisnis.

“Awalnya ingin menjadi programmer karena ingin kaya seperti Bill Gates dan Larry Ellison, padahal pemikiran seperti itu salah. Mereka itu kaya bukan hanya karena seorang programmer hebat, karena banyak programmer yang lebih hebat dari mereka tapi tidak sekaya mereka,” tutur pria berkacamata itu saat bincang santai bersama Tekno Liputan6.com beberapa waktu lalu.

Samuel Franklyn berkisah mengenai kesuksesan Gates dan pendiri Microsoft lainnya, Paul Allen, dalam mendirikan Microsoft. Mulai dari sejarah DOS dan bisnis Windows yang menggurita. Selain itu, kata Sam, latar belakang Gates dengan orangtua yang ahli hukum memberikannya keunggulan dalam berbisnis, terutama yang menyangkut soal hukum.

 

Peran Penting Samuel di Mata Menkominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sempat mengunjungi Sam di kediamannya. Saat bertemu, Rudiantara tak canggung dan langsung menanyakan kegiatan apa yang saat ini tengah menjadi kesibukan Samuel.

Dalam perbincangan itu, Samuel awalnya menceritakan kelumpuhannya yang dideritanya sejak tahun 2010. Rudiantara mengapresiasi positif semangat yang dimiliki Samuel. Meski kondisi fisiknya lumpuh, salah satu programmer handal di Indonesia itu tetap semangat.

“Saya dikasih tahu sama teman saya. Ini terus terang, Samuel dengan kondisi demikian saja punya semangat pantang menyerah,” kata Rudiantara kala itu.