Penuhi Janji, Trump Perintahkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus bekerja memenuhi janji-janji kampanyenya. Setelah menandatangani pembatalan bergabungnya AS dalam kerjasama lintas pasifik (TPP), juragan real estatetersebut mengesahkan lagi lima kebijakan baru.

Di antaranya adalah perintah untuk mempercepat peninjauan lingkungan dan menyetujui percepatan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang diprioritaskan. Ia juga meminta agar proses perizinan dan beban regulasi untuk produsen dalam negeri harus disederhanakan untuk mengurangi pengurusannya yang berbelit-belit.

“Kadang-kadang dibutuhkan bertahun-tahun baru dapat izinnya. Itu tentu yang tidak kita inginkan terjadi. Mulai sekarang, putusannya harus dipercepat. Kalau boleh bilang ya, kalau tidak ya bilang tidak. Seperti itu, mari kita mulai membangun,” ujarnya saat ditemui di Oval Office, seperti disitat dari Independent, Rabu (25/1/2017).

Melansir Reuters, salah satu proyek pembangunan infrastrukur yang diprioritaskan adalah saluran pipa Keystone XL dan Dakota Access. Jaringan pipa tersebut katanya harus menggunakan bahan baku dan tenaga kerja, serta dibangun di Amerika Serikat.

“Kami akan melakukan negosiasi ulang untuk beberapa istilah dalam proyek dengan Keystone XL. Jika mereka suka, maka akan kami lihat ke depannya apa yang bisa kita dapatkan dari pembangunan saluran pipa ini. Pastinya, ini harus bisa membuka lapangan pekerjaan, sedikitnya 28 ribu pekerja. Benar-benar konstruksi besar,” paparnya.

Sementara untuk Dakota Access, Trump juga memastikan akan mengharuskan perusahaan tersebut untuk tunduk pada syarat dan kondisi yang dinegosiasikan pemerintahannya kelak. “Kami akan mendesak pembangunan itu di Amerika Serikat,” tegasnya.

Selain itu, Trump juga akan mempercepat proses pembangunan jalan-jalan, bandara dan jembatan di dalam negeri. Semua demi membuka lapangan pekerjaan baru bagi rakyatnya, seperti yang dijanjikan selama kampanye Pilpres AS.

sumber : okezone