Menhub Budi pastikan megaproyek kereta Trans Sulawesi dilanjutkan

Kementerian Perhubungan melanjutkan proyek pembangunan Kereta Trans Sulawesi rute Makassar-Pare-pare. Pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan 30 kilometer (Km) pengerjaan rel dari total jarak Makassar-Pare-Pare sepanjang 146 Km.

“Kita pastikan untuk terus melanjutkan proyek ini. Anggaran APBN dan APBD ‘confirmed’ (dipastikan) untuk terus melaksanakan proyek ini sampai akhir 2019,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Menteri Budi mengatakan proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Barru, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub tersebut, hingga saat ini telah menyelesaikan pembangunan jalur kereta sepanjang 16,1 kilometer. Dia ingin, pada 2019 awal, target 30 kilometer rampung dan langsung bisa beroperasi.

“Saya sudah berdiskusi dengan Pemerintah Daerah agar sesegera mungkin dapat menyelesaikan hingga kilometer tertentu pada tahun 2019. Ini akan kita jadikan ‘quick win’. Sebagai modal, agar masyarakat langsung dapat menikmati,” ujarnya.

Agar proyek ini bisa terus berlangsung, dia mengatakan akan melakukan cara-cara baru yang berbeda. Untuk mempercepat proses pembangunannya, Menteri Budi meminta untuk dilakukan reengineering (pengkajian ulang teknis) dan value engineering baik terhadap model konstruksinya maupun terhadap hasil apa yang dirasakan masyarakat dari adanya pembangunan kereta tersebut.

“Contoh, adanya rel elevated (dibangun di atas) sungai dalam rencana pembangunannya, itu kan per satu kilometernya bisa sekitar Rp 500 miliar. Alangkah bagusnya kita bisa buat rel yang tidak elevated. Selain itu, kita juga harus mengkaji dampak ekonomi sosial yang dirasakan masyarakat dari hasil pembangunan ini,” katanya.

Menteri Budi mengatakan, setelah diselesaikannya pembangunan jalur kereta sepanjang 30 kilometer yang menggunakan anggaran APBN dan APBD, selanjutnya pemerintah akan membuka peluang bagi swasta nasional atau asing untuk melanjutkan sisa proyek pembangunan kereta Makassar – Pare-Pare yaitu sekitar 116 kilometer, dari total 146 kilometer

“Kalau sekarang ini kan APBN dan APBD kita pakai untuk investasi. Tapi yang akan datang, bisa digunakan jaminan PSO (kewajiban pelayanan publik) bagi swasta yang akan investasi. Jadi kalau sekarang kita sudah investasi sejauh 30 sampai 40 kilometer, sekitar 100 kilometernya itu adalah swasta,” ujarnya.

Ke depan, Menteri Budi menjelaskan APBN akan digunakan untuk memberikan stimulus bagi swasta untuk berinvestasi. Caranya, lanjut dia bisa berupa pemberian jaminan PSO dan lain-lain. “Stimulus itu dilakukan agar menarik swasta baik lokal maupun asing masuk ke sini,” ujarnya.

Dia menambahkan Pemerintah Pusat dan Daerah telah berkomitmen untuk membuka diri bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi membangun kereta Trans Sulawesi.

Sumber : merdeka.com