Masjid Megah dan Gurudwara, Bukti Kerukunan Agama di Australia

Salah satu wilayah di Melbourne, Australia yakni Dandenong dikenal memiliki keberagaman agama. Mereka para pemeluk Baha’i, Buddha, Kristen, Hindu, Islam, Yahudi dan Sikh hidup berdampingan meski memiliki kepercayaan dan aktivitas keagamaan yang berbeda.

Salah satu yang paling mencolok adalah lokasi masjid yang merupakan tempat ibadah umat muslim, dan rumah tempat sembahyang penganut Sikh yakni gurudwara.

Liputan6  atas undangan ABC International berkesempatan mengunjungi kedua bangunan ibadah tersebut di Melbourne. Masjid Turki dan gurudwara itu hanya terpisah jarak sekitar 200 meter.

Masjid Turki itu boleh dibilang sebagai salah satu tempat ibadah umat muslim yang paling megah di Australia. Saat memasukinya, pengunjung diwajibkan menggunakan kaos kaki. Alasannya agar pengunjung yang memiliki penyakit kulit pada kaki tak menularkannya ke orang lain.

Imam besar di masjid itu harus berasal dari Turki. Mereka yang terpilih harus berada di masjid itu selama lima tahun.

Sementara di gurudwara, para pengunjung wajib mengenakan penutup kepala sebelum memasuki ruang ibadah. Tak terkecuali kaum pria yang tak mengenakan sorban yang biasa dikenakan penganut Sikh.

Di ujung ruangan, terdapat satu segi empat yang biasa digunakan umat sikh untuk beribadah. Jika dilihat dari luar ruangan, arsitektur gurudwara agak mirip dengan masjid, sebab keduanya sama-sama memiliki kubah.

Agama Sikh masih asing bagi penduduk Indonesia. Tidak heran karena agama tersebut belum diakui pemerintah.

Sikh berasal dari daerah Punjab di India, berkembang pada Abad ke-16 dan 17. Pengikutnya bisa ditemukan di berbagai penjuru dunia.

Biasanya, para pria penganut agama ini mengenakan sejenis sorban di kepalanya. Saat ini baru ada lima agama yang diakui pemerintah Indonesia, yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Sumber : liputan6