Kisah Putri Diana Tolak Cinta Donald Trump dan Pilih Pria Muslim

Mereka yang hadir malam itu mungkin masih mengingat penampilan Putri Diana yang memikat. Ia mengenakan anting-anting yang terbuat dari berlian dan mutiara, serta gaun beludru hitam dengan potongan dada rendah.

Pada Desember 1995, sekitar 900 orang-orang berpengaruh di New York berkumpul di Hilton Hotel di Manhattan, dalam jamuan makam malam yang dihargai US$ 1.000 per piring.

Kala itu, nasib menempatkan Donald Trump semeja dengan Lady Di. Istrinya kala itu, Marla Maples juga hadir.

Tentu saja, pria yang kala itu berusia 49 tahun senang bisa bertukar kata dengan sang putri — yang malam itu duduk di antara dua tokoh yang paling dihormati di Amerika Serikat, Henry Kissinger dan Colin Powell — jenderal bintang empat yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri pada masa pemerintah Presiden George W. Bush.

Dalam sambutannya jelang makan malam, Dianamenyapa Trump dan sejumlah pendonor utama. Mantan istri Pangeran Charles itu sudah beberapa kali bertemu dengan taipan properti itu, meski tak mengenalnya dengan baik.

Ketika Diana bicara soal orang-orang yang membutuhkan bantuan, khususnya orangtua yang memiliki anak kecil, seorang perempuan paro baya berteriak, “Di mana anak-anakmu, Diana?,” demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (26/11/2016).

Kala itu, Princess of Wales tersebut telah bercerai dengan Pangeran Charles, sejak Juli 1996.

“Di sekolah,” balas Diana, yang kemudian meneruskan pidatonya.

Trump saat itu terlihat mengangguk, setuju dengan cara Diana telah menangani situasi rumit itu.

Trump Bikin Putri Diana ‘Merinding’

Baru-baru ini terkuak bahwa dua bulan setelah Diana tewas dalam kecelakaan tragis di Paris, Prancis, Trump menjadi bintang tamu dalam sebuah acara radio yang dipandu Howard Stern.

Berbeda dengan apa yang ia tulis dalam buku, pernyataan Donald Trump kala itu mengejutkan. Ia menganggap Diana sebagai target seksual potensial.

Trump membual bahwa ia sebenarnya bisa membawa Diana ke tempat tidur. “Kupikir aku bisa…Ia punya tinggi badan, kecantikan, dan kulitnya…,” kata Trump seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (26/11/2016). Menurutnya, bangsawan Inggris itu punya kualitas ‘supermodel’.

Apa yang dipikir Trump bisa memikat Diana ternyata tak bisa menaklukkan hati sang putri.

Saat wawancara radio itu berlangsung, Trump adalah seorang miliarder yang pernikahan mulai runtuh, namun percaya pesonanya — ditambah dengan pundi-pundi hartanya — bisa membeli apa saja atau menarik siapa pun.

Dua tahun kemudian, pernikahannya dengan Marla Maples berakhir. Rumah tangga pasangan tersebut hanya bertahan 6 tahun.

Menurut presenter televisi sekaligus sahabat Diana, Selina Scott, Trump membanjiri sang putri dengan buket bunga besar, masing-masing bernilai ratusan pound sterling.

Trump, menurut dia, melihat Diana sebagai ‘istri idaman’. Ketika untaian mawar dan anggrek apartemennya, Lady Di justru kian khawatir. Ia merasa seolah-olah pria AS itu telah membuntutinya. ”

Diana tidak melihat Trump dengan cara yang sama dia seperti pada Teddy Forstmann — yang ia anggap sebagai sahabat. “Dia (Trump) membuatku merinding,” kata Diana kepada Selina Scott.

Scott menambahkan, sambil tertawa, Diana menceritakan bagaimana ia membuang bunga-bunga dari Trump dalam tempat sampah.

Namun, kiriman bunga itu akhirnya berhenti. Sebagai pengusaha, Trump tahu benar, bahwa ia membuang-buang waktu secara sia-sia.

Tak hanya Trump, Forstmann pun harus gigit jari. Diana bertemu pria lain — yang tak punya jet pribadi, uang tak seberapa, bahkan belum punya rumah sendiri. Dia adalah ahli bedah jantung dan paru-paru junior dari Brompton Hospital di London.