Kenapa Kamu Harus Setop Pakai Charger iPhone Abal-Abal?

Harga kabel dan charger iPhone memang terbilang cukup mahal, karenanya jika rusak beberapa pengguna iPhone seringkali membeli aksesoris yang tak asli alias abal-abal.

Meskipun charger dan kabel tersebut bekerja dengan baik, sebuah uji coba terbaru menunjukkan hasil yang sebaliknya. Sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari BGR, Minggu (4/12/2016), rupanya penggunaan kabel dan charger tak resmi bisa membuat kerusakan berbahaya.

Uji coba tersebut dilakukan oleh sebuah perusahaan independen bernama UL Laboratory. Dalam percobaannya, lab melakukan serangkaian tes keamanan elektrik dasar pada charger abal-abal yang dibeli dari toko online di berbagai negara. Hasilnya tak begitu baik.

“Secara keseluruhan, kami menguji 400 adapter dan hasilnya mengejutkan, kegagalan pengujian mencapai 99 persen,” demikian bunyi laporannya.

Ditambahkan, hampir semuanya gagal saat diuji kecuali tiga unit. Kegagalan tes keamanan elektrik dasar menyebabkan charger terbakar dan mengalami kerusakan hebat. “12 di antaranya menunjukkan desain dan konstruksi yang berisiko melukai pengguna,” demikian tertulis dalam laporan.

Artinya, kabel dan charger tersebut kemungkinan besar dapat membuat rumah mati lampu dan membakar ponsel, hingga kebakaran rumah.

Bukan cuma UL Laboratory, UK Trading Standards juga melakukan pengujian serupa pada charger dari pihak ketiga yang dijual di pasar dan toko sekitar London. Secara keseluruhan, dari 3.000 charger yang diuji, 15 persen dianggap tidak aman, namun masih lebih baik dibandingkan charger yang dibeli secara online. Meski begitu, tetap saja charger abal-abal dianggap tak aman.

Memilih kabel iPhone

Untuk menghindarkan konsumen dari pembelian aksesoris dan charger palsu, Apple pun memberi panduan tentang cara membedakan produk palsu.

Meski memang memproduksi sendiri kabel dan charger untuk perangkatnya, namun perusahaan yang bermarkas di Cupertino California ini juga memberikan sertifikasi buat aksesoris dari pihak ketiga melalui program “Made for iPhone” (MFi).