Kembangkan Kain Tenun Cetak, Raul Lemos Rangkul Pengrajin Lokal

Krisdayanti dan suaminya Raul Lemos mencoba mengembangkan kain tenun asli Timor Leste, Tais. Untuk lebih memasyarakatkan di dalam dan luar negeri, Raul Lemos pun juga mengembangkan kain Tais dengan menggunakan corak printing atau cetak.

“Untuk lebih mengembangkan secara pesat, maka munculah ide untuk kain ini menggunakan printing. Ke depannya kita akan mengembangkan dengan tanpa menghilangkan kultur budaya kita sendiri,” ujar Raul Lemos kepada wartawan di Dili Convention Center, Dili, Timor Leste, akhir pekan lalu.

Raul Lemos menganggap corak dari Tais mencerminkan nilai budaya yang sangat tinggi sekali. Dia juga akan merangkul pengrajin tenun lokal untuk lebih menciptakan Tais yang bervariasi.

“Kami akan berusaha merangkul mereka semua untuk memotivasi. Agar mereka bisa mengembangkan dengan warna yang lebih bagus lagi. Saya berkeinginan semuanya memakai Tais sebagai batik dari Timor,” ujar Raul Lemos.

Raul Lemos dan Krisdayanti berkeinginan suatu saat nanti Tais bisa mendunia dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu saja, penggunaan kain Tais masih bisa digunakan untuk ritual kebudayaan.

“Nilai budaya yang tenun itu sangat tinggi sekali sehingga ini (Tais printing) tidak mungkin diberikan dalam acara kematian atau lamar melamar,” kata Raul.

Tais dengan metode printing diproduksi oleh brand yang didirikan oleh KD dan Raul, yakni Raya Tax. Sampai sejauh ini sudah ada 4.000 item pakaian yang sudah diproduksi oleh Raya Tax dan siap dipasarkan, tidak hanya di Timor Leste, tapi juga di Indonesia.

Sementara itu, Krisdayanti optimis Tais akan menjadi produk yang disukai masyarakat. “Kain printing ini akan meluaskan pemakaian Tais ke masyarakat Timor Leste secara umum. Insya Allah harganya juga bisa lebih terjangkau,” pungkas wanita yang akrab disapa KD ini.

Sumber : liputan6