Kapolri Sempat Rasakan Gempa Susulan Saat Berikan Bantuan di Aceh

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meninjau langsung beberapa lokasi terdampak gempa Aceh di Pidie Jaya, Jumat (9/12/2016).

Kapolri bersama rombongan sempat singgah untuk melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Kautsar, Ule gle, Pidie Jaya, Aceh.

Saat melaksanakan salat Jumat, Kapolri sempat merasakan guncangan gempa susulan yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB yang tidak berlangsung lama.

Gempa hanya dirasakan sekitar lima hingga tujuh detik.

Jemaah di masjid tersebut sempat panik, tetapi tidak berlangsung lama dan khutbah jumat pun dilanjutkan.

Usai salat Jumat, Kapolri dan jemaah berdoa untuk korban gempa yang meninggal maupun untuk keselamatan warga.

Kapolri dan rombongan pun melanjutkan perjalanan untuk memberikan bantuannya secara langsung.

Kapolri meninjau dan memberikan bantuan langsung kepada korban gempa Aceh
Kapolri meninjau dan memberikan bantuan langsung kepada korban gempa Aceh di Pidie Jaya, Jumat (9/12/2016).

Kemudian Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian bersama istri Tri Suswati singgah dan langsung memberikan bantuan kepada jemaah masjid Baitul Anam yang diterima langsung pengurus masjid.

Bantuan Kapolri dan Istri tersebut akan diberikan kepada kepala keluarga yang mengungsi dari 7 desa dengan jumlah 1200 Kepala Keluarga.

Lalu, Kapolri dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke beberapa lokasi terdampak gempa di Pidie, Aceh.

Bantuan diberikan untuk pembenahan atau merenovasi Masjid Al-Istiqomah yang berada di Desa Bandar Dua, Kecamatan Ule, Aceh.

Kapolri melihat langsung bagaimana kondisi masjid pascagempa terjadi.

Ia melihat kubah masjid Al-Istiqomah hampir runtuh.

Kapolri dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga.

Kapolri mengatakan bila pihaknya akan membantu masyarakat yang menjadi korban gempa termasuk pembangunan pascagempa.

“Termasuk membantu masyatakat yang membutuhkan misalnya mereka masih tinggal di tenda dan lain-lain, kita akan membantu untuk rekonstruksinya,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun akan membantu pemakaman korban dan melakukan pencarian terhadap orang-orang yang masih belum ditemukan.

“Nanti kita paling akan bantu pemakaman, bantu keluarganya, kemudian yang ada reruntuhan sekali lagi kita sisir menggunakan anjing pelacak,” ujarnya.

Selain meninjau lokasi terdampak gempa, Kapolri pun mengunjungi pos pos pasukan dan menanyakan kesiapan dan hambatan selama dilapangan.

Kapolri meninjau pasukan Polri
Kapolri meninjau pasukan Polri yang ditugaskan untuk membantu korban gempa di Aceh, Jumat (9/12/2016).

Dalam kesempatan tersebut Kapolri menerima laporan bahwa sesaat setelah kejadian gempa, Rabu (7/12/2016) peralatan untuk memotong besi bangunan dan mengangkat reruntuhan tidak ada.

Sehingga perlu perlu berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar disiapkan peralatannya termasuk kelengkapan anggota Polri di wilayah Aceh yang rawan gempa.

Peralatan dan kelengkapan tersebut diperlukan agar pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban dapat segera diberikan.

Sumber : tribunnews