Kapolda Metro Apresiasi Aksi 112, Ada Kekhawatiran Tapi…

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengapresiasi aksi 112 yang berjalan aman. Sempat muncuk kekhawatiran terkait aksi tersebut, namun terbayar setelah dipastikan aksi berjalan aman.

“Saya bersama Pangdam menyampaikan Alhamduillah semua kegiatan dalam keadaan aman, lancar, tertib, dan kondusif,” ungkap Iriawan di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Iriawan tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 17.30 WIB bersama Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana.

Mantan Kapolda Jabar ini juga mengapresiasi aksi 112 yang berisi salat subuh berjamaah, dzikir, dan tausiah dari para alim ulama, kiai, dan habaib berlangsung tertib. Padahal, menurutnya, para peserta aksi sudah melaksanakan kegiatan sejak Jumat 10 Februari malam.

Iriawan menilai, ini adalah suatu kebanggaan yang luar biasa bagi dirinya karena aksi 112 dapat berjalan dengan aman dan tertib terkendali.

“Ada sedikit kekhawatiran, tapi saya yakin tidak akan terjadi apa-apa. Dan sekarang saudara-saudara (massa aksi 112) kita sudah pulang ke rumah masing- masing,” ujarnya.

Iriawan pun tak luput untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas berlangsungnya aksi 112 yang aman, damai, dan tertib.

“Tentu saya bersama Pangdam Jaya mengucapkan terima kasih kepada sleuruh elemen masyarakat yang melaksanakan kegiatan betul-betul menjaga ketertiban, menjaga keamanan, menjaga kedisiplinan, sehingga sampai sekarang tidak ada satu apapun yang terjadi, tidak ada satupun peristiwa, semua berjalan dengan lancar,” Iriawan memungkasi.

Terkait kekerasan terhadap sejumlah wartawan yang diduga dilakukan peserta aksi, Iriawan memastikan anak buahnya sedang menyelidiki kasus tersebut.

“Kami dengar ada sedikit insiden, tentu kita akan selesaikan nanti, akan diselidiki. Tapi secara umum situasi kondusif,” ujar Iriawan.

Insiden kekerasan dan intimidasi yang dialami wartawan bukan kali ini saja terjadi. Beberapa aksi sebelumnya, awak media menerima kekerasan serupa dari massa aksi.

Karena itu, Iriawan berencana melakukan evaluasi di tingkat internal. Diharapkan, insiden serupa tidak terjadi lagi.

“Tentu ini evaluasi bagi kami dan kami minta semua elemen menahan diri, karena jurnalis itu dilindungi undang-undang. Karena tujuannya menyiarkan berita yang ada,” kata Iriawan.

“Tentu kita evaluasi agar kegiatan selanjutnya hal ini tak terjadi,” ucap Iriawan.

Sumber : liputan6