Kampanye Keselamatan Terbang, Menhub Minta Operator Disiplin

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau keberangkatan kapal tol laut logistik nusantara rute Jakarta-Natuna di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 25 Oktober 2016. TEMPO/Odelia

Liputansaku.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh operator disiplin mematuhi regulasi penerbangan. Budi mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meningkatkan kinerja dalam bidang keselamatan dan keamanan penerbangan yang bertujuan memperbaiki mutu pelayanan transportasi udara kepada masyarakat.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara harus mengawasi proses tersebut secara rutin dan berkesinambungan, memperbaiki peralatan navigasi penerbangan, serta mendorong peningkatan dukungan infrastruktur bandar udara agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad, 4 Desember 2016.

Budi menyinggung beberapa capaian dalam bidang keselamatan dan keamanan transportasi udara, seperti penetapan keselamatan Indonesia masuk kategori 1 (comply with international rule) Federal Aviation Authority (FAA).

“Penetapan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan Indonesia telah mencapai standar sehingga dapat melayani penerbangan ke dan dari Amerika Serikat,” ujar dia.

Pencapaian bertambah dengan keluarnya tiga maskapai Indonesia, yakni Citilink, Lion Air, dan Batik Air, dari Europe Union Operating Ban dan Audit ICAO USAP (Universal Security Audit Program) yang menunjukkan pencapaian kinerja keamanan penerbangan Indonesia dengan nilai 93,75 persen. “Ini lebih baik dibanding hasil audit USAP pada 2013 dengan nilai 82,3 persen,” ujar dia.

Budi menilai tidak mudah mempertahankan pencapaian tersebut. Ia mengharapkan kontribusi masyarakat dalam meningkatkan keselamatan penerbangan. Masyarakat, kata dia, berperan sebagai salah satu bagian penting dalam budaya keselamatan transportasi.

Hari ini, Kementerian Perhubungan menggelar kampanye keselamatan penerbangan pada hari bebas kendaraan bermotor. Menurut Budi, kampanye ini dapat memberikan efek positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan dalam dunia penerbangan. “Sehingga masyarakat menerapkan hal tersebut di setiap perjalanannya dalam menggunakan pesawat baik dalam proses pre-flight, in-flight, dan post-flight,” ujar Budi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tempo.co