Kaget Gaji Guru di Pulau Seribu Cuma Rp 50 Ribu, Ibu Ini Mengadu ke Sandiaga Uno Sambil Menangis

Blusukan yang dilakukan calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno di Jalan Bacang, RT 04/01 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016), disambut gembira para relawan maupun warga.

Namun, dalam kunjungan Sandiaga yang disambut meriah oleh tepukan rebana ibu-ibu pengajian, Maya Rita (40) justru menangis.

Maya menangis ketika menyampaikan keluhan, usai pria yang berpasangan dengan Anies Rasyid Baswedan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 itu, memaparkan program kerjanya.

Istri Barkah Alam (40) ini mengaku kecewa dengan ketidakpedulian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang ia nilai mengacuhkan para guru di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sembari menangis, pengusaha tenda rias itu bercerita bahwa dirinya merasa sedih dengan nasib para guru honorer di beberapa pulau saat ini. Mereka katanya hanya dibayar sebesar Rp 50 ribu per bulan, padahal pengabdian mereka diakuinya sangat luar biasa.

“Belum lama ini saya dan suami pergi ke Pulau Seribu, di sana saya ngobrol sama guru-guru. Saya kaget waktu mereka bilang gaji cuma Rp 50 ribu sebulan, gaji itu enggak ada artinya Pak di jaman ini. Tolong kasih solusi, Pak Sandi,” ungkap Maya terbata-bata menahan tangis.

Para guru di sana, lanjut Maya, berhak mendapatkan kesejahteraan dan perhatian lebih, sebab mereka mengabdi selama 24 jam seminggu, berjuang walau terpisah lautan.

“Mereka mancing dan berdagang untuk menuhin kebutuhan, sayangnya pemerintah sama sekali enggak peduli, padahal mereka cuma beberapa menit dari Ibu Kota,” tuturnya.

Mendengar ucapan Maya, Sandi mengaku telah lama mengetahui kondisi warga maupun pegawai Kepulauan Seribu yang kini belum sejahtera. Tetapi, ia meyakini hal tersebut akan berubah, apabila dirinya dan Anies terpilih memimpin Ibu Kota.

“La Tahzan Bu Alam, memang ketimpangan terjadi antara pembangunan pemerintah kota (Jakarta) dengan Kepulauan Seribu. Kesejahteraan warga, khususnya para guru di sana sangat nyata, bahkan dua dari tiga anak-anak di Kepulauan Seribu itu putus sekolah, mereka hanya mengenyam pendidikan sampai sekolah dasar,” papar Sandiaga.

“Karena itu, kita akan desain Kepulauan Seribu menjadi wilayah yang mandiri. Potensinya sangat besar, karena merupakan wilayah yang dikelilingi perairan, wisata, dan hasil pengembangan ikan akan ditingkatkan secara optimal,” tambahnya.

Sumber : tribunnews