Ilmuwan Pergoki Monyet Kawin dengan Rusa

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan memergoki dua hewan yang berbeda spesies melakukan hubungan seks tanpa paksaan. Demikian menurut laporan suatu penelitian.

Makalah penelitian yang berjudul “Interspecies sexual behaviour between a male Japanese macaque and female sika deer” membeberkan catatan pertama kalinya dugaan “interferensi reproduktif” antara dua hewan berbeda jenis.

Dikutip dari The Independent pada Rabu (11/1/2017), seks antara dua hewan berbeda jenis memang dilaporkan terjadi meluas dalam dunia satwa. Tapi, hubungan demikian biasanya terjadi di antar dua hewan yang berkerabat dekat dan tampak serupa.

Hubungan demikian juga biasanya terjadi dalam konteks penyintasan spesies hewan-hewan yang terlibat. Biasanya terjadi di kalangan hewan-hewan yang lahir dan dibesarkan dalam penangkaran.

Kebanyakan dari contoh-contoh hubungan itu merupakan pelecehan seksual.

Misalnya, para ilmuwan pernah mengamati anjing laut Antartika yang melecehkan penguin-penguin.

Tapi, dalam makalah yang baru dilaporkan itu, tampaknya tidak ada paksaan dan dua hewan yang terlibat –monyet macaque jantan Jepang dan rusa sika betina Jepang–berperilaku seakan-akan hubungan itu disepakati.

Di masa lalu memang pernah ada monyet macaque Jepang yang menunggangi seekor rusa, tapi, menurut para peneliti, monyet dalam penelitian mereka “menunjukan perilaku seksual yang jelas mengarah kepada beberapa rusa betina.”

Beberapa rusa itu mencoba kabur, tapi sebagian lainnya tampak menyetujui perilaku dan “menerima pendekatan”, demikian dituliskan para peneliti dalam jurnal Primates.

Para peneliti menuliskan bahwa ada seekor rusa “yang sepertinya menerima ditunggangi oleh macaque jantan” dan rusa itu terlihat menjilati sperma yang telah disemburkan monyet itu ke punggungnya.

Seekor rusa lain menolak ditunggangi dan melontarkan monyet itu dari punggungnya.

Menurut para peneliti, penjelasan yang paling mungkin adalah “kekurangan pasangan”, yaitu suatu teori yang menengarai bahwa hewan-hewan yang tidak memiliki akses kepada hewan betina lebih berkemungkinan menunjukan perilaku demikian.

Hal itu didukung oleh fakta bahwa dua hewan tersebut sudah bermain bersama ditambah lagi macaque itu memasuki musim kawinnya, demikian diduga oleh para ilmuwan. Jika demikian, maka kejadian itu adalah pernyataan seksual dari permainan bersama yang disaksikan sebelumnya.