Ikut Berzikir di Malang, Panglima TNI Menolak Berpidato

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. Tempo

Liputansaku.com, Malang – Puluhan ribu umat Islam menggelar zikir dan salawat di lapangan Rampal Kodam V Brawijaya Malang, Rabu malam, 30 November 2016. Acara yang ditujukan untuk keselamatan bangsa dan negara itu dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan sejumlah pimpinan daerah di Malang.

“Mari kita berdoa agar pemimpin kita bisa menjalankan amanah dan Indonesia tetap damai,” kata Thoriq Alkatiri, yang memimpin doa bersama. Dia mengajak semua pihak meneladani Rasulullah dan mengamalkan ibadah.

Thoriq juga menceritakan sikap keteladanan Jenderal Besar Sudirman dalam setiap tindakan semasa masa perang kemerdekaan. Sudirman, katanya, tak pernah meninggalkan ibadah wajib dan menjaga wudu.

Gerimis tak menyurutkan jemaah yang umumnya terdiri dari majelis Raudlatul Jannah itu. Jamaah tumpah ruah membludak memenuhi lapangan. Gatot Nurmantyo duduk bersila di barisan paling depan bersama pimpinan kepala daerah Malang Raya. Ia mengenakan seragam militer berpeci putih, dan tampak khusuk berdoa.

Gatot diberi kesempatan untuk memberikan sambutan si hadapan para jamaah. Namun Gatot menolak memberikan sambutan maupun pidato pembuka acara. “Mohon maaf Jenderal Gatot Nurmantyo tak berkenan memberikan sambutan,” kata pembawa acara.

Nurmantyo lantas maju ke depan panggung, setelah pengurus jamaah memberikan cindera mata berupa surban berwarna hijau. Dia terlihat bungah saat surban dikalungkan ke lehernya. Usai pemberian cinderamata, Gatot meninggalkan lokasi dan tanpa meninggalkan sepatah katapun kepada para jurnalis.

“Panglima ke sini tujuannya untuk ibadah dan berdoa bersama,” kata Komandan Komando Daerah Militer 0833/Baladhika Jaya Letnan Kolonel Aprianko Suseno.

 

 

( sumber: tempo.co )