IBL Mulai Bergulir 14 Januari 2017

Jakarta – Setelah dinaungi tanda tanya, kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) dinyatakan mulai bergulir pada 14 Januari 2017 mendatang.

“Sudah dipastikan liga akan dimulai 14 Januari 2017 dan ditargetkan selesai bulan Mei,” kata Ketua Umum PB Perbasi Danny Kosasih kepada detikSport lewat sambungan telepon Selasa (8/11/2016).

Kelangsungan IBL telah dispekulasikan selama beberapa waktu, ditambah dengan ketiadaan turnamen pramusim. Pernyataan Denny pun menjadi jawaban atas tanda tanya itu, walaupun hingga saat ini ia juga belum bisa memastikan ada berapa tim yang bakal ikut serta.

“Belum tahu siapa saja yang mau ikut ya ikut. Tapi kalau tidak ingin ikut silakan mundur. Saya tidak bisa apa-apa karena kalau dipaksa, susah. Siapa tahu ada yang kesulitan pemain juga. Pokoknya setiap tim masuk harus ikut peraturan kita,” ujar Denny.

Setidaknya ada dua terobosan untuk IBL mendatang. Selain sistem pertandingan di babak play off akan mengembalikan format home & away, IBL juga bakal memperbolehkan setiap tim untuk menggunakan dua pemain asing.

Hal itu tak lepas dari pengalaman di Perbasi Cup yang selesai pada akhir Oktober lalu. Dalam ajang tersebut, kata Denny, penonton berlimpah berkat kehadiran pemain asing.

“Terobosannya ya pemain asing itu dan satu lagi terkait format home away. Kami hanya membatasi dua supaya lebih imbang. Karena kalau tidak imbang, penonton kan tidak mau nonton,” sebut Denny.

“Perbasi Cup kemarin kan sebagai salah satu test case juga. Hasilnya, penonton penuh kan. Ini supaya program perbasi juga lebih baik lagi,” bebernya.

Secara rinci mengenai penggunaan pemain asing, Denny menyatakan status mereka sama seperti pemain naturalisasi. Artinya tim yang sudah memiliki pemain naturalisasi hitungannya akan sama dengan pemain asing. “Jadi yang sudah punya pemain naturalisasi dihitung satu. Sehingga jatah pemain asingnya tinggal satu.”

Denny juga menyanggah kerisauan penggunaan pemain asing itu akan berimbas buruk pada perkembangan pebasket lokal. Ia menilai bahwa manfaatnya pun besar.

“Begini ya, pemain asing itu cuma empat sampai lima bulan. untuk pemain lokal tentu pemakaian pemain asing ini bagus sebagai sparing. Dulu juga zaman masih Kobatama kita memakai dua pemain asing. Saya pikir kenapa tidak kita coba-lah. Kalau ada kurang kita perbaiki bagian mananya,” ucapnya.

“Jadi diambil sisi positifnya, pemain asing sebagai sparring dan cuma berapa bulan saja. Dan menurut saya, daripada naturalisasi kita itu kan menghidupi sepanjang tahun. Kalau pemain asing, setelah pakai bisa dikembalikan. Jadi kita tidak keluar banyak duit juga,” tutur Denny.

sumber : sport.detik.com