Google Hentikan Usaha Pengembangan Mobil Otonom Sendiri

Mobil prototipe yang bisa menyetir sendiri

Liputansaku.com, San Francisco – Google dikabarkan telah menunda rencana lama untuk mengembangkan kendaraan otonom sendiri demi mengejar kemitraan dengan pembuat mobil yang ada.

Situs The Information hari ini, 13 Desember 2016, melaporkan bahwa unit mobil self-driving Google – yang dikenal secara internal sebagai Chauffeur – bekerja sama dengan beberapa perusahaan otomotif untuk mengembangkan mobil yang akan memiliki beberapa fitur self-driving, tapi tidak membuang roda kemudi dan kontrol pedal.

Perusahaan sudah bekerja sama dengan Fiat Chrysler, yang kemitraannya diumumkan pada Mei, dan hal itu bisa menjadi awal dari perusahaan lain untuk datang.

Google awalnya ingin membunuh roda kemudi dan pedal, tapi hal ini dinilai tidak praktis, menurut laporan tersebut. Keputusan itu diambil, meskipun kendaraan otonom Google telah menjalani tes di jalanan umum sejauh dua juta mil.

Sementara itu sumber The Information menyatakan perusahaan masih memiliki rencana ambisius dan sedang bekerja untuk memperkenalkan layanan taksi otonom sebelum akhir 2017.

Google telah lama dikabarkan pindah ke layanan carpooling melalui bisnis Waze miliknya. Hal ini akan membawanya ke dalam persaingan langsung dengan Uber.

Uber memulai uji coba taksi mandiri di Pittsburgh tahun ini, sementara perusahaan baru Nutonomy sedang melakukan tes serupa di Singapura dan Boston.

 

 

 

 

Tempo.co