Gereja Katedral di Bali dijaga ketat saat malam misa Natal

Malam misa dalam perayaan menyambut perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Bali, dijaga ketat satuan anggota dari Polda Bali. Bahkan dalam mengamankan malam suci ini, 150 personel bersenjata lengkap ditempatkan secara khusus.

Wakapolda Bali Brigjen Pol I Nyoman Suryasta memerintahkan seluruh personel dilarang meninggalkan tugas pengamanan di Gereja Katedral Denpasar sebelum upacara selesai.

“Tidak boleh ada anggota yang pulang. Jangan hanya alasan mandi, terus meninggalkan tugas. Lebih baik capek sekarang daripada terjadi apa-apa, capeknya lebih banyak,” tegas Wakapolda Bali saat memantau anggotanya di Gereja terbesar di Pulau Dewata ini, Sabtu (24/12).

Menurut dia, pengamanan kali ini menggunakan sistem satu pintu dengan alat pendeteksi. Diharapkan para jemaah tidak membawa tas besar dan berlebihan untuk mempermudah sterilisasi.

Secara umum pengamanan Natal di Bali, pihaknya bersama TNI menyiapkan personel sekitar 3.200 personel tergabung dalam operasi Lilin Agung. Para personel tersebut telah terbagi setiap titik gereja atau tempat-tempat vital.

Dia mengharapkan, adanya kerja sama semua pihak, khususnya desa pakraman di Bali ikut serta menjaga keamanan berlangsungnya perayaan hari Natal 2016.

“Dalam hal ini pengawasan dan pengamanan terus ditingkatkan. Terpenting tetap waspada dan siaga untuk menanggulangi berbagai bentuk ancaman,” Singkatnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, Romo Yosef Beby Pr, menjelaskan lebih dari 12 ribu umat katolik dari Kota Denpasar dan sekitarnya akan mengikuti upacara malam Natal.

Upacara akan dilakukan dua kali yakni pukul 18.00 Wita dan pukul 21.00 Wita. “Berdasarkan data jumlah umat dari tahun-tahun sebelumnya sesuai security check, jumlah umat baik malam Natal maupun hari Natal tanggal 25 Desember, jumlahnya melebihi 12 ribu umat. Jumlah ini akan terus berkembang hingga mencapai 15 ribu umat,” ujarnya.

Sumber : merdeka.com