Gereja Ini Bikin Pohon Natal 11 Meter dari Botol Bekas

Pengurus gereja mendirikan pohon natal dari bahan limbah botol plastik di Gereja Kristen Pasundan Jemaat Depok, Depok, Jawa Barat, 16 Desember 2016. Pohon setinggi 11 meter ini untuk menyambut perayaan Natal. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Liputansaku.com, Depok – Pohon natal dari limbah plastik kembali ‘tumbuh’ di pelataran Gereja Kristen Pasundan Jemaat Depok di RT1 RW10 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Pohon natal itu, terbuat dari susunan limbah botol air mineral ukuran 600 mililiter.

Sedikitnya 6.000 botol air mineral digunakan untuk membuat pohon yang sudah berdiri dua pekan lalu, untuk menyambut Hari Raya Natal tahun ini dan Tahun Baru 2017. Pohon setinggi 11 meter dan diameter terbesar 4 meter tersebut rencananya bakal dipajang sampai pekan kedua Januari 2017.

“Sejak Rabu pekan kemarin dipajang untuk menyambut Natal,” kata Andi Suhandi Andong, yang merancang pohon natal di Gereja Kristen Pasundan.

Ia menuturkan pohon natal dari limbah plastik ini merupakan yang kedua dibuat Gereja Kristen Pasundan. Tahun lalu, gereja juga membuat pohon natal dengan konsep yang sama dari limbah plastik.

Namun, tahun kemarin pohon natal dibuat dari limbah gelas plastik air mineral yang lebih kecil ukurannya, dengan tinggi 6 meter dan diameter 3 meter. “Tahun kemarin menghabiskan 3.200 gelas plastik air mineral.”

Pengerjaan pohon natal dari botol plastik hanya memakan waktu tiga hari. Sedangkan, pengumpulan botol plastik sudah dilakukan selama tiga pekan sejak awal November 2016. Sedangkan, konstruksi rangka besi pohon natal dirancang oleh jemaat gereja, Indra Kusuma Yunus, selama sepekan.

Botol tersebut didapatkan dari jemaat gereja dan sumbangan limbah botol plastik dari Universitas Indonesia. Setelah botol terkumpul, jemaat gereja langsung mencuci dan melubangi botol untuk tempat dudukan lampu. “Waktu itu terkumpul sampai 7.000 botol bekas.”

Pohon natal tersebut dibuat bersama dengan melibatkan 15 jemaat gereja. Pohon natal sengaja dibuat dari limbah untuk membawa pesan kearifan terhadap lingkungan dengan menjaganya dan mendaur ulang sampah yang ada. “Kalau malam ada lampu warna warni yang menghiasinya. Membuat pohonnya lebih hidup,” ujar Andi.

Tidak sedikit masyarakat umum yang mampir untuk melihat maupun mengabadikan pohon natal unik ini. Gereja Pasundan hanya berjarak 30 meter dari Stasiun Depok. “Semangatnya untuk menimbulkan ide kreatif dari barang bekas, bahkan yang menjadi sampah,” kata Andi lagi.

Selain itu, ia berharap pada natal tahun ini membawa kedamaian bagi rakyat Indonesia. Soalnya, bila melihat beberapa kejadian di luar Depok, ada sedikit gesekan yang menimbulkan intoleransi antar umat beragama. “Depok toleransinya masih cukup baik. Tapi, di luar Depok, kami sedikit was-was,” ujarnya.

 

 

 

 

Tempo.co