Gara-gara Posting Foto Ini, Bupati Dedi Minta Maaf

Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berada di depan ruang Vihara Buda yang ada di SMP Yos Soedarso Purwakarta, Selasa, 1 November 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

Liputansaku.com, Jakarta – Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi dirundung (bully) sejumlah nitizen di jejaring sosial Twitter saat menegur perempuan siswa SMP yang mengenakan pakaian tak pantas. Kepala daerah yang terkenal dengan kebijakan yang unik ini memergoki siswa itu berkendara motor tidak mengenakan helm dan tidak membawa SIM dan surat kendaraan bermotor.

Bupati Dedy lantas memfoto perempuan siswa SMP tersebut dan mengunggahnya di akun Twitter miliknya @DediMulyadi71 Selasa malam, 29 November 2016 sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam foto yang diunggah itu terlihat siswa tersebut mengenakan kerudung dan celana jeans yang terlihat robek di bagian pahanya.

Unggahan foto ini pun mengundang reaksi beragam dari para pengguna Twitter yang lain. Ada dua foto yang diposting Bupati Dedi. Salah satunya saat Dedi terlihat seperti akan memegang bagian paha siswa yang ia tegur. Postingan foto ini membuat Bupati Dedi dirundung sejumlah nitizen.  Salah satunya pemilik akun @CiplukCarlita dalam cuitannya: @DediMulyadi71 nggak perlu di-expose lah, Pak. Dan kenapa juga bapak pake pegang pahanya segala ya?

Ada 8 cuitan Bupati Dedi yang menegur siswa SMP tersebut.

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
di wilayah Desa Sukatani Kec. Sukatani Kab. Purwakarta, saya mendapati seorang anak yg mengendarai kendaraan bermotor tanpa mengenakan helm.

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
Saya kemudian memberhentikan kendaraannya, tetapi anak yang diketahui merupakan siswa SMP di wilayah tersebut itu malah menangis

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
pertanyaan saya tentang mengapa tdk membantu orang tua bekerja & malah mengendarai kendaraan bermotor pun ia jawab dgn tangisan yg keras.

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
Saya melihat pakaian anak tersebut tdk selaras, ke atas mengenakan kerudung tapi ke bawah mengenakan ripped jeans (celana jeans sobek-sobek)

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
Saya memahami ini mode tetapi mode yang tidak jelas,

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
ke atas bergaya syari’at tetapi ke bawah bergaya bebas sehingga menurut saya tidak layak antara kerudung dengan celana

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
Tangan saya kemudian menunjukan kearah celana anak itu, u/ diketahui oleh guru, Kepsek, Kadisdik & warga sekitar yg turut serta bersama saya

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
untuk diketahui agar segera diperbaiki cara berpakaiannya yang dikenakan. Tujuannya, menjelaskan tentang ketidaksesuaian pakaian tersebut.

Setelah diprotes nitizen, akhirnya Bupati Dedi menghapus postingan tersebut dan meminta maaf.

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
Tetapi apabila langkah saya memposting kejadian yang bertujuan untuk pendidikan pelajar Purwakarta tersebut dianggap keliru,

Kang Dedi Mulyadi ‏@DediMulyadi71
maka saya meminta maaf dan akan menghapus postingan tersebut. *

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(sumber:tempo.co)