FMIPA USU Temukan Metode Pendeteksi Diabetes Baru

Tulus Ikhsan Nasution, Wakil Dekan I FMIPA (kiri), Kerista Sebayang, Wakil Dekan III FMIPA (tengah), serta Ridho Rumansyah, seorang laboran (kanan) datang ke kantor Rektor USU Prof Runtung Sitepu untuk memberitahu bahwa mereka meraih juara pertama dalam acara North Sumatera Innovation Award di PRSU

Siapa yang tak kenal penyakit diabetes? Penyakit yang bisa ditandai dengan kadar gula darah di atas normal atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU), yang tergabung dalam Tim Mikro Solar Matic berhasil menemukan alat pendeteksi diabetes melalui embusan napas.

“Alat ini diciptakan agar metode menyakitkan untuk memeriksa diabetes yaitu tes darah atau menggunakan glucometer dapat diganti dengan metode tidak menyakitkan yakni hanya dengan mengembuskan napas ke detektor,” kata Rica Asrosa, Anggota Tim Mikro Solar Matic.

Rica menambahkan, alat ini terdapat sistem sensor yang mampu mendeteksi kadar gas aseton dalam napas. Hasil dari pemeriksaan embusan napas ini selanjutnya ditampilkan dalam telepon pintar. Saat ini, uji klinis tengah dilakukan di Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Sumatera Utara dan alat ini dipastikan mampu mendeteksi diabetes.

Tulus, Pembimbing penelitian menambahkan, proses penelitian sudah dilakukan sejak 2010, tetapi uji klinis baru dilakukan tahun ini. Ia menambahkan, masyarakat akan nyaman dalam monitoring sebab sistemnya praktis.

Paper dari hasil penelitian sudah dipresentasikan di Internasional Conference dalam ajang Advances in Functional Materials (AFM) 2016 di Jeju Island, Korea Selatan, pada Agustus lalu.

(sumber:Liputan6)