Filipina Hormati Rencana AS Perluas Pangkalan Militer

MANILA – Amerika Serikat (AS) akan memperbarui serta memperluas fasilitas di pangkalan militer mereka yang berada di Filipina. Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan Presiden Rodrigo Roa Duterte akan menghormati rencana Negeri Paman Sam membangun barak, gudang, dan landasan pacu di setidaknya tiga lokasi berbeda.

Rencana tersebut datang di tengah permintaan Rodrigo Duterte untuk menarik semua pasukan AS dari negaranya. Padahal, Manila dan Washington terikat pakta pertahanan di mana AS menyebar tentara mereka di lima pangkalan militer di Filipina.

Perjanjian Peningkatan Kerjasama Pertahanan (EDCA) itu ditandatangani pada 2014. Dalam perjanjian tersebut, AS diizinkan mengirim kapal, pesawat, dan pasukan di lima pangkalan militer. AS juga diizinkan untuk menyimpan peralatan bagi bantuan operasi kemanusiaan dan maritim.

“EDCA masih berlaku. Presiden Duterte telah berjanji untuk menghormati semua perjanjian yang masih berlaku dengan AS,” ujar Delfin Lorenzana dalam konferensi pers di Manila, seperti dimuat BBC, Jumat (27/1/2017).

Pekan lalu, Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Senator John McCain, baru saja mengajukan anggaran dana USD7,5 miliar (setara Rp100 ribu triliun) yang diperuntukkan bagi pasukan AS dan sekutu mereka di kawasan Asia Pasifik.

Sejak naik jabatan pada Juni 2016, Presiden Duterte beberapa kali menyebabkan kekhawatiran di pihak AS dengan menyatakan akan beralih serta membangun aliansi baru dengan China. Pada Oktober 2016, mantan Wali Kota Davao City itu menginginkan agar pasukan AS segera meninggalkan Filipina dalam jangka waktu dua tahun.

sumber : okezone