Ditjen Perkeretaapian Terima Alokasi Anggaran Terbesar

Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses perawatan rel kereta api di stasiun besar Yogyakarta, 7 Desember 2016. Perawatan rel kereta api dalam rangka persiapan menjelang musim liburan natal dan tahun baru 2016. TEMPO/Pius Erlangga

Liputansaku.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mendapatkan alokasi anggaran terbesar tahun depan. Jumlahnya mencapai Rp 16,023 triliun dari total anggaran Rp 45,983 triliun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan anggaran akan dialokasikan untuk reaktivasi rel di beberapa wilayah seperti Jawa bagian selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. “Nanti juga akan difokuskan kepada pengembangan jalur double track,” kata  dia di kantornya, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

Kemenhub menargetkan pembangunan jalur kereta api baru sepanjang 175 kilometer tahun depan. Selama 2015-2019, Kemenhub menargetkan pembangunan jalur kereta api sepanjang 3.258 kilometer. Hingga tahun ini, panjang yang telah terealisasi mencapai 199,59 kilometer. Penambahan panjang selama 2015 yaitu 85 kilometer dan 2016 sepanjang 114,59 kilometer.

Sementara peningkatan dan rehabilitas jalur kereta api ditargetkan sepanjang 7,3 kilometer dari target 2015-2019 yang ditetapkan sepanjang 1.225,8 kilometer. Sepanjang 2016, realisasi target tercapai 28,4 kilometer.

Budi menambahkan anggaran juga akan digunakan untuk memenuhi target pembangunan stasiun atau bangunan operasional kereta api sebanyak 4 unit. Dari target selama 2015-2019 sebanyak 38 unit. Hingga saat ini terdapat 15 unit dengan realisasi 2015 sebanyak 6 unit dan 2016 sebanyak 9 unit.

Selain berfokus kepada pembangunan, Ditjen Perketaapian juga dibebankan target peningkatan produksi penumpang dan barang. Penumpang KRL Jabodetabek ditargetkan sebanyak 292,3 juta orang naik 2,4 persen dari 2016. Sementara untuk penumpang kereta non KRL ditargetkan sebanyak 73,3 juta orang atau naik 1,5 persen. Untuk barang, kenaikan ditargetkan sebanyak 5,5 persen menjadi 24,7 juta ton.

Hingga triwulan III 2016, realiasi penumpang KRL Jabodetabek mencapai 198,2 juta orang, Sementara kereta non KRL sebanyak 52,8 juta orang. Untuk barang, Kemenhub mencatat sudah ada 23,4 juta ton barang yang diangkut oleh kereta api.

 

 

 

 

Tempo.co