Diplomat Pembelot: Korut Bukan Komunis tapi Negara Budak

SEOUL – Seorang mantan diplomat Korea Utara (Korut) yang membelot ke Korea Selatan (Korsel) mendesak semua negara dan para ahli berhenti menamai Korut sebagai negara komunis. Menurutnya, Korut bukan negara komunis tapi negara budak di bawah rezim Kim Jong-un.

Thae Yong-ho sebelumnya adalah wakil Duta Besar Korut untuk Inggris. Namun, pada tahun lalu dia memilih melarikan diri dari Kedutaan Korut di London ke Korsel.

”Korut bukan (negara) masyarakat komunis, tapi (negara) dengan budak yang dipimpin oleh sistem pemerintahan turun-temurun,” kata Thae Yong-ho di kantor parlemen Korsel hari Selasa.

“Saya harus menghentikan setiap ahli untuk menggunakan kata-kata seperti, ‘rezim komunis Korut’,” ujarnya, seperti dikutip UPI, Rabu (18/1/2017).

Menurut diplomat pembelot ini, Korut memang pernah jadi negara komunis sejati. ”Ketika membuat kontribusi terhadap kediktatoran ideologis Kim Il Sung dan Kim Jong Il,” ujarnya. “Tapi, hari ini kediktatoran proletariat telah menghilang, dan Kim (Jong-un) telah menjadi politisi keturunan,” imbuh dia.

Cara terbaik untuk menekan Korut, ujar Thae, adalah untuk terus menegakkan sanksi terhadap rezim Kim Jong-un.

“Sanksi internasional terhadap Korut yang mengejar pembangunan senjata nuklir jangan mereda, dan dampak sanksi terhadap Korut tidak harus dievaluasi berdasarkan dampak terhadap pasar resmi Korut,” kata Thae.

”Sebaliknya pergeseran psikologis antara Korut dan apakah (sanksi) itu memperkuat atau melemahkan rezim harus dievaluasi,” ujar bekas wakil Dubes Korut ini.

sumber : sindonews