Diduga Terlibat Prostitusi, Imigrasi Tangkal 1 WN Maroko

Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) ditunjukan petugas saat rilis di Kantor Imigrasi, Jakarta, 21 Oktober 2016. 17 perempuan Warga Negara Asing asal Maroko tersebut diamankan petugas imigrasi di tempat hiburan malam dikawasan Senayan, Jakarta. TEMPO/M Iqbal Ichsan

Liputansaku.com, Jakarta – Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso mengatakan pihaknya kembali menolak satu orang warga negara Maroko yang ingin masuk ke Indonesia. Ia mengatakan yang warganegara Maroko tersebut adalah perempuan bernama SH yang masih berusia 25 tahun.

Menurut Heru, SH datang menggunakan maskapai Turkish Airlines TK 56. SH berangkat melalui Istanbul Turki pukul 18.20 WIB. “Diduga kuat terlibat jaringan prostitusi,” kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 30 November 2016.

Heru mengatakan kedatangan SH juga bermasalah secara administrasi. SH dianggap tidak memiliki tujuan yang jelas untuk datang ke Indonesia. Ia tidak mempunyai reservasi penginapan di Indonesia. Selain itu, ia mengatakan SH tidak memiliki bukti biaya hidup yang cukup untuk tinggal di Indonesia.

Menurut Heru, SH akan tinggal di Indonesia selama empat pekan. Namun pihak imigrasi sepakat untuk memulangkan SH ke tempat pemberangkatan. “Yang bersangkutan (SH) akan dikembalikan ke negara sebelumnya pada kesempatan pertama dengan pesawat sama,” katanya.

Sebelum SH, ada beberapa warganegara Maroko yang ditolak masuk ke Indonesia. Pada 27 November kemarin, Heru mengatakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta telah menolak kedatangan tiga warganegara Maroko ke Indonesia. Mereka adalah SZ usia 20 tahun, NH 29 tahun, dan HM 30 tahun. Ketiganya merupakan wanita yang dinilai tidak memiliki tujuan jelas tinggal di Indonesia.

 

 

 

 

sumber: tempo.co