Di Era Trump, Normalisasi AS-Kuba Bisa Dilanjutkan Asal…

Di era kepemimpinan Barack Obama, Amerika Serikat (AS) mengakhiri kebekuan hubungan bilateralnya dengan Kuba yang telah berlangsung kurang lebih 50 tahun.

Pada 10 Desember 2013 tepatnya saat upacara pemakaman Nelson Mandela, kedua kepala negara pun berjabat tangan.

Lantas pada Desember 2014, terjadinya pertukaran tahanan. Alan Gross, kontraktor dan pakar IT asal AS yang ditahan di Kuba karena tuduhan spionase dibebaskan. Sebagai gantinya, AS pun merilis tiga mata-mata Kuba.

Tak lama, Presiden Raul Castro muncul berpidato di televisi menegaskan bahwa kedua negara akan menjalin kembali hubungan diplomatik yang telah terputus sejak puluhan tahun silam.

Dan pada Maret 2016, Obama menjadi presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di Kuba dalam rentang 90 tahun terakhir.

Dalam lawatannya tersebut ia membawa rombongan yang cukup besar, mulai dari sejumlah anggota Kongres, CEO perusahaan, dan tokoh Amerika-Kuba.

Obama bahkan sempat bercanda dengan mengatakan, “Pada tahun 1928, Presiden Calvin Coolidge datang ke Kuba dengan kapal tempur dan dibutuhkan waktu tiga hari untuk tiba. Sementara aku hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk datang ke sini.”