Demi Final, Ini Yang Bisa Dilakukan Timnas Indonesia di Vietnam

Ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh tim nasional Indonesia agar bisa meraih hasil positif di leg kedua semifinal Piala AFF di Hanoi (07/12), Vietnam dan mengamankan tiket ke final.

Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Vietnam dengan skor 2-1 di leg pertama semifinal di stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (03/12) lalu. Dua gol pasukan Alfred Riedl ini dicetak oleh Hansamu Yama dan Boaz Solossa. Sementara gol semata wayang sang tamu dicetak Nguyen Van Quyet.

Meski menang, namun skor itu cukup rawan. Pasalnya di leg kedua nanti, skuat asuhan Nguyen Huu Tang ini cukup menang dengan skor 1-0 saja. Mereka akan bisa lolos dengan aturan gol tandang meski skor agregat 2-2.

Untuk itulah, agar dapat mengamankan tiket ke semifinal nanti, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh skuat Merah Putih di laga tersebut. Berikut penjabarannya.

1.Mantapkan Duet Bek Tengah
Mantapkan Duet Bek Tengah
Indonesia saat ini memiliki lima stok bek tengah dalam skuatnya. Mereka adalah Yanto Basna, Fachrudin, Hansamu Yama, Manahati Lestusen dan Gunawan Dwi Cahyo. Dua di antaranya jadi pemain kepercayaan Riedl: Basna dan Fachrudin.

Namun kini Riedl pusing menentukan siapa pemain yang akan ia mainkan di leg kedua. Sebab Hansama dan Manahati tampil bagus juga saat lawan Vietnam di leg pertama. Dukungan agar keduanya dimainkan lagi mengalir dari para fans.

Lalu siapa yang pantas jadi starter di laga nanti?

Hansamu dan Manahati memang bagus. Namun usia keduanya masih muda. Di laga leg pertama sendiri mereka sebetulnya beberapa kali nampak pontang-panting dalam menghadang serangan lawan. Mereka nampak kurang tenang. Alhasil ketika lawan kehilangan bola, si kulit bundar itu justru beberapa kali langsung asal dibuang saja. Padahal usaha untuk merebut bola kembali juga sangat tak mudah. Lalu, butuh ketenangan di lini belakang karena di laga kali ini Vietnam pasti akan mati-matian menggempur gawang Kurnia Meiga sejak awal.

Mereka jelas butuh pendamping yang lebih senior. Pilihannya kembali lagi pada Basna atau Fachrudin. Namun jika mengacu pada senioritas dan performa mereka sejauh ini di ajang tersebut, Fachrudin layak dijadikan pilihan utama. Ia tampil solid sejauh ini dan sukses menyumbangkan satu gol. Sementara itu Basna sendiri sempat melakukan blunder, contohnya saat lawan Thailand lalu.

Jika Fachrudin dipastikan bermain, maka pendamping yang pas adalah Hansamu. Ia unggul dalam postur fisik ketimbang Manahati dan juga punya kecepatan. Ia juga sudah membuktikan diri bisa membantu lini serang dengan mencetak satu gol di leg pertama kemarin.

2. Mainkan Ferdinand Sinaga
Mainkan Ferdinand Sinaga
Awalnya Riedl menempatkan Lerby Eliandry kala Irfan Bachdim cedera. Lerby pun dimainkannya di dua laga awal Indonesia yakni saat lawan Thailand dan Filipina. Penampilannya pun lumayan. Ia ikut mencetak satu gol saat lawan tim Gajah Perang meski pada akhirnya laga itu berakhir imbang.

Kemudian, saat lawan Vietnam di leg pertama, Riedl memainkan Ferdinand Sinaga untuk mendampingi Boaz. Striker PSM Makassar ini tampil penuh energi dan tak kenal lelah melakukan pressing pada lawan. Ia juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan. Kerja kerasnya pun terbukti manjur. Sebab ia sukses membawa Indonesia menang atas Vietnam.

Jadi tak ada salahnya jika Ferdinand dimainkan lagi kali ini.

3. Perkuat Sektor Bek Sayap
Perkuat Sektor Bek Sayap
Sejauh ini, dua sektor tersebut bisa dibilang kurang solid. Banyak lawan yang mengincar kedua sisi ini. Hal tersebut juga diketahui oleh Vietnam.

Terbukti di laga leg pertama lalu di Pakansari, gol Vietnam berasal dari serangan dari area sayap. Tak secara langsung memang. Namun dari crossing tersebut muncul situasi di mana Benny Wahyudi dianggap melanggar lawan ketika berduel udara di dalam kotak penalti.

Itu artinya Benny dan Abduh Lestaluhu harus bisa main lebih disiplin dalam mengawal areanya. Mereka harus bisa mencegah lawan melakukan penetrasi atau mengirim crossing dari kedua sisi lapangan. Namun demikian, agar tugas ini berjalan lebih baik mereka juga harus didukung oleh Andik maupun Rizky Pora.

4. Strategi Counter Attack
Strategi Counter Attack
Selama ini, Riedl selalu menginstruksikan timnya untuk bermain terbuka. Ia tak menginstruksikan anak-anak asuhnya bermain defensif layaknya Singapura yang menumpuk pemain di lini belakang.

Namun kini dengan kondisi yang lebih menguntungkan berkat kemenangan 2-1 di leg pertama lalu, tak ada salahnya Riedl mencoba bermain sedikit bertahan. Vietnam sendiri kemungkinan akan langsung tampil menekan sejak awal untuk mencetak gol secepat mungkin.

Indonesia sendiri juga memiliki modal untuk memainkan skema ini. Modal itu adalah kecepatan lari Boaz, Andik Vermansah dan Rizky Pora. Dengan dibantu Stefano Lilipaly atau Evan Dimas yang mahir dalam mengumpan, skema ini bisa berjalan lebih mulus.

5. Maksimalkan Peluang Set Piece
Maksimalkan Peluang Set Piece
Indonesia memiliki catatan bagus dalam menjebol gawang Vietnam melalui set piece. Di tiga pertemuan terakhirnya dengan tim asuhan Nguyen Huu Thang tersebut, Garuda berhasil mencetak enam buah gol.

Nah, empat di antara gol itu tercipta melalui skema set piece. Saat main di Sleman di laga uji coba, Zulham Zamrun mencetal melalui tendangan bebas langsung. Kemudian di laga uji coba berikutnya di Vietnam Irfan Bachdim mencetak gol penalti.

Lalu di di leg pertama semifinal kemarin, Hansamu Yama mencetak gol setelah mendapat umpan sepak pojok. Yang terakhir, Boaz Solossa mencetak gol melalui penalti.

Riedl pun harus terus mengasah timnya agar bisa kembali memanfaatkan situasi bola-bola mati ini. Ia juga harus menginstruksikan para pemain depannya untuk sering memancing para pemain Vietnam melakukan pelanggaran di sekitar atau sekalian di dalam area terlarang.

(sumber:Bola.net)